Kantor Pemerintahan di Sukoharjo Terapkan Skrining Aplikasi Peduli Lindungi

user
agus 09 Oktober 2021, 06:10 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRjogja.com - Pemkab Sukoharjo mengajukan izin ke Kementerian Kesehatan terkait pemasangan skrining Aplikasi Peduli Lindungi di seluruh kantor pemerintahan. Skrining secara ketat dilakukan terhadap semua orang baik pegawai maupun masyarakat yang datang. Hal ini untuk memastikan orang tersebut sudah mendapat vaksin virus Corona dan dalam kondisi sehat sebagai antisipasi penyebaran virus Corona.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Widodo, Jumat (8/10) mengatakan, Pemkab Sukoharjo sudah menerapkan skrining aplikasi Peduli Lindungi. Penerapan berlaku bagi semua aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai Pemkab Sukoharjo. Selain itu juga diterapkan kepada masyarakat yang keluar masuk mengakses kantor Pemkab Sukoharjo.

Pemkab Sukoharjo untuk sementara menerapkan skrining Aplikasi Peduli Lindungi di dua lokasi saja yakni di Gedung Menara Wijaya dan Lobi Kantor Bupati. Sedangkan di seluruh kantor pemerintahan masih dalam proses persiapan.

Di Gedung Menara Wijaya dan Lobi Kantor Bupati sudah terpasang stand TV berisi QR Code. Selain itu juga ditempatkan petugas jaga. Penjagaan dilakukan secara ketat untuk melakukan skrining aplikasi Peduli Lindungi.

"Pemasangan alat skrining aplikasi Peduli Lindungi harus izin ke Kementerian Kesehatan. Sementara Pemkab Sukoharjo baru memasang dua tempat sesuai izin yang turun. Sedangkan lainnya akan menyusul," ujarnya.

Pemkab Sukoharjo akan langsung menyediakan kelengkapan skrining aplikasi Peduli Lindungi setelah izin dari Kementerian Kesehatan turun. Penerapan akan dilakukan disemua kantor pemerintahan baik dalam bentuk stand TV atau banner print QR Code.

Skrining aplikasi Peduli Lindungi nantinya akan disediakan utamanya di kantor pemerintahan bersifat pelayanan masyarakat. Sebab tempat tersebut sering diakses dan banyak masyarakat datang meminta pelayanan. Kantor tersebut seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan lainnya.

Widodo mengatakan, pada penerapan skrining Aplikasi Peduli Lindungi di Gedung Menara Wijaya Pemkab Sukoharjo sudah berjalan. Semua ASN dan pegawai termasuk masyarakat yang datang wajib melewati skrining Aplikasi Peduli Lindungi. Penjagaan ketat dilakukan untuk memastikan semua orang yang mengakses telah memenuhi syarat.

"Skrining Aplikasi Peduli Lindungi diterapkan sesuai kebijakan pemerintah. Hal itu bertujuan untuk memastikan semua orang yang mengakses kantor pemerintahan sudah menerima vaksin virus Corona. Tujuan lainnya sebagai antisipasi penyebaran virus Corona," lanjutnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sukoharjo Suyamto, mengatakan, ada aturan baru terkait pelaksanaan kerja pegawai disaat penurunan level 2. ASN Pemkab Sukoharjo sekarang wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi saat keluar masuk kerja. Aturan tersebut tertuang dalam Instruksi Bupati (Inbup) Sukoharjo Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 Virus Corona.

Keberadaan Inbup tersebut dijadikan pegangan dan sudah disosialisasikan ke ASN. Pemkab Sukoharjo juga telah melakukan persiapan terkait pelaksanaan kewajiban penggunaan aplikasi Peduli Lindungi dengan memasang dua TV stand yang menampilkan QR Code. Keberadaan QR Code tersebut penting sebagai fasilitas bagi ASN saat keluar masuk kerja bisa melakukan scan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

Dua TV stand berisi QR Code telah dipasang masing-masing satu unit di pintu masuk Gedung Menara Wijaya dan pintu masuk Lobi Kantor Bupati. Kedua alat tersebut telah berfungsi. Sedangkan untuk kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya sudah disediakan QR Code untuk dicetak dan dipasang sebagai banner stand.

"ASN sekarang menggunakan aplikasi Peduli Lindungi saat masuk kerja sesuai Inbup," ujarnya.

Dalam Inbup Sukoharjo Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Level 2 Virus Corona dijelaskan pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 50 persen Work From Office (WFO) bagi pegawai yang sudah divaksin dan wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi pada pintu akses masuk dan keluar tempat kerja.

Pelaksanaan WFO tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, pengaturan waktu kerja secara bergantian. Selain itu, saat ASN melakukan Work From Home (WFH) tidak melakukan mobilisasi ke tempat lain serta dapat menerima kunjungan kerja yang berasal dari daerah lain dengan menunjukkan hasil negatif tes swab antigen (H-1). (Mam)

Credits

Bagikan