Diskusi di Yogya, Airlangga Dengarkan ‘Curhat’ Alumni Pra Kerja

user
agus 08 Oktober 2021, 19:15 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bertemu dengan alumni Pra Kerja DIY di kawasan Sleman, Jumat (8/10/2021) sore. Airlangga secara langsung berdialog dan mendengarkan kisah-kisah para alumni yang kini bergerak di berbagai bidang.

Salah satu alumni, Nurul Hestiningtyas (27) warga Srihardono Pundong Bantul menceritakan pengalamannya mengikuti program Pra Kerja setelah diberhentikan dari pekerjaan sebagai marketing karena terdampak pandemi. Ia merupakan ibu dua anak yang harus memenuhi kebutuhan keluarga dan akhirnya memberanikan diri mendaftar Pra Kerja.

“Saya merasa harus mengupgrade kemampuan, yasudah daftar pra kerja. Saya saat ini jadi konten kreator dan fotografer produk. Bisa disambi menjaga anak di rumah. Saya juga saat ini membantu UKM yang budgetnya rendah. Saya terima budget Rp 500 ribu untuk banyak foto. Saya ke desa-desa membantu komunitas UKM di sana,” ungkap Nurul.

Dari program pelatihan yang didapat dari Pra Kerja, Nurul mengaku mendapat banyak pengetahuan baru yang bisa diterapkan di usahanya. Ia juga memberikan masukan pada Menko Airlangga agar membantu memberantas calo KTP untuk Pra Kerja yang marak.

“Ada yang menarik KTP teman-teman di desa, ya calo KTP untuk pra kerja dan ini sangat meresahkan. Kami siap (membentuk paguyuban) penerima kartu pra kerja, biar teman-teman di desa tidak ketipu, diminta KTP-nya begitu. Kalau ada yang mau akses kami bisa membantu edukasi,” lanjut dia.

Menko Airlangga Hartarto usai acara menegaskan bahwa pemerintah serius menindaklanjuti adanya calo KTP untuk mengakses Kartu Pra Kerja. Saat ini beberapa kasus sedang berproses di Bareskrim Polri sementara di sisi lain pemaksimalan keamanan terus dilakukan.

“Saat ini perbankan sudah menggunakan sistem face detector, jadi akan sangat meminimalisir upaya calo atau joki tadi. Regulasi negara juga sudah jelas, joki adalah kejahatan pidana, beberapa sudah dilaporkan ke Bareskrim. Kalau ada yang ambil KTP masyarakat dan dicoba ini pasti ketahuan,” tegasnya.

Dalam pertemuan di Sleman tersebut, Airlangga juga menjelaskan upaya pemerintah untuk membantu alumni pra kerja yang bergerak dalam dunia usaha. Bersama perbankan BUMN, salah satunya BNI, pemerintah mengucurkan KUR hingga Rp 100 juta dengan bunga subsidi 3 persen pertahun.

“Ada (alumni) yang diterima pekerjaan, dipekerjakan kembali dan ada yang berwrausaha. Ada yang belum berani hutang, ada yang sudah berani karena stabil. Nah ini, alumni pra kerja, yang memulai bisnis dan punya omset stabil diberikan KUR antara Rp 20-50 juta dengan maksimal hingga Rp 100 juta. Tanpa agunan dan bunga 3 persen karena disubsidi pemerintah. Enam bulan pertama tak bayar bunga. Pemerintah berharap teman-teman yang usaha bisa lebih maksimal lagi,” pungkasnya. (Fxh)

Credits

Bagikan