68 Lokasi Penggerebekan, Disita 5 Juta Rokok Ilegal

user
danar 07 Oktober 2021, 15:51 WIB
untitled

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Sebanyak 1.122.800 batang rokok ilegal disita dari sebuah rumah mewah kawasan perumahan elite di Gentan Sukoharjo. Seorang berinisial SO ditetapkan tersangka.

Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Surakarta, Hari Prijandono mengatakan penggerebekan tersebut berlangsung pada Senin (4/10/2021) pukul 15.00 WIB. Sejuta lebih batang rokok tersebut terkemas di bungkus rokok enam merek ternama seperti Fajar Bold, Premium Bold, Hit Bold, Bossini Black, New Me Mild Milde dan Sumber Baru SBR. Sebelum menindak di tempat, aparat mengawali penelusuran dan penyelidikan selama sebulan terakhir.

“Tim Bea Cukai Surakarta melakukan pengawasan dan pemetaan terhadap peredaran rokok di seluruh wilayah Solo Raya terutama wilayah Sukoharjo. Diawali dari informasi tentang penjualan rokok ilegal tanpa cukai dan bercukai palsu dari operasi di lapangan. Setelah mendapatkan informasi akurat, kami pun bertindak dengan menyergap ke lokasi. Butuh waktu sebulan menyelidikinya. Sebab informasi awal memang minim. Kami mendapat informasi bahwa ada pengiriman rokok ilegal dan telah dibongkar di wilayah Sukoharjo. Armadanya mobil bak terbuka,” katanya, Kamis (7/10/2021).

Aparat menghadirkan linmas dan ketua Rt setempat dalam penggerebekan itu. Di dalam rumah tersebut terdapat tiga orang, satu diantaranya berinisial SO. Orang tersebut bos penjualan rokok ilegal. Rumah mewah tempat membongkar muatan rokok ilegal berstatus sewa.

“Setelah diamankan dan barang bukti dibawa ke kantor bea cukai, kemudian dicacah. Hasilnya, terdapat 1.122.800 batang rokok SKM (sigaret kretek mesin). Kalau dikalkulasi, kerugian negara akibat praktik ini Rp 752.635.000,” katanya.

SO diduga bukan orang baru dalam menjalankan bisnis tersebut. Rumah mewah yang disewanya dipakai gudang menimbun, membongkar muatan kemudian mendistribusikannya ke pasar wilayah Soloraya hingga luar Pulau Jawa. Usai mendalami kasus ini, aparat menetapkan SO tersangka. SO dijerat Pasal 54 dan 56 UU Cukai Nomor 39 tahun 2007. Sedangkan dua lainnya masih berstatus saksi.

Kepala Kantor Bea Cukai Surakarta, Budi Santoso menambahkan, penggerebekan gudang rokok ilegal di Gentan merupakan bagian dari Operasi Gempur 2021. Di wilayah Surakarta, gerakan yang dicanangkan oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) tersebut berhasil membongkar 68 lokasi gudang rokok ilegal. Penindakan ini berasal dari hasil operasi pasar, informasi dari masyarakat, dan sinergi dengan aparat hukum lainnya. Dari 68 lokasi tersebut disita 5,2 juta batang rokok dengan total perkiraan kerugian negara lebih dari Rp 3 miliar.

“Diharapkan dengan penegakan hukum yang konsisten serta penerapan kebijakan yang tepat, produksi serta peredaran rokok ilegal dapat ditekan dan penerimaan negara dari sektor cukai meningkat,” katanya. (Lim)

Credits

Bagikan