Pelestarian Satwa di Kulonprogo, BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan Dua Satwa Burung Elang

user
danar 07 Oktober 2021, 08:10 WIB
untitled

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Dua satwa burung Elang Alap Jambul dan Elang Brontok dilepasliarkan kawasan Punthok Gondang Pedukuhan Gunungkelir Kalurahan Jatimulyo Kapanewon Girimulyo, Rabu (6/10/2021).

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta bekerjasama Wildlife Rescue Center (WRC) Yogyakarta dan PT Pertamina (Persero) melepasliarkan elang Alap Jambul bernama latin Accipiter Trivirgatus dan elang Brontok dengan nama latin Nisaetus Cirrhatus tersebut sebagai upaya pelestarian satwa burung di wilayah Kabupaten Kulonprogo.

Kepala BKSDA Yogyakarta, M Wahyudi menjelaskan burung Elang Brontok berasal dari Stasiun Flora dan Fauna Bunder Gunungkidul. Sedangkan, Elang Alap Jambul dari WRC Kulonprogo. Kedua satwa sudah layak dilepasliarkan ke alam bebas karena telah memenuhi sejumlah indikator bagi hewan untuk dilepaskan ke ekosistem hutan di Kulonprogo.

"Kedua burung sudah terlihat kembali sifat liarnya. Assessment akan dilakukan petugas setiap hari. Laporan dari petugas bisa mengindikasikan burung sudah siap terbang di alam bebas," katanya menambahkan kedua satwa juga telah menunjukkan perilaku mengambil mangsa yang biasa dilakukan satwa burung di alam bebas.

"Pemilihan lokasi pelepasliaran kedua satwa burung yang masuk kategori raptor itu sudah melalui survei habitat oleh petugas kami. Upaya kajian tempat juga sudah dilakukan. Vegetasi di Pudukuhan Gunungkelir, Jatimulyo, Girimulyo mendukung program konservasi," jelasnya.

Pelepasliaran satwa ke alam bebas merupakan langkah BKSDA Yogyakarta mendukung upaya konservasi di wilayah DIY. "Konservasi memiliki tiga konteks yakni bisa memelihara seekor satwa. Mengembalikan satwa ke alam bebas. Satwa yang dinyatakan tidak bisa bertahan hidup juga tidak bisa dibunuh. Tapi kita bisa menempatkan satwa di ruang konservasi sampai akhir hayatnya," tutur Wahyudi.

Bupati Kulonprogo Drs Sutedjo menegaskan pemkab mendukung upaya pelestarian satwa. Pelepasliaran satwa burung di wilayah yang sudah melalui sejumlah survei dan kajian di wilayah Kalurahan Jatimulyo tentu bisa mendukung upaya konservasi satwa burung maupun lainnya agar tidak punah.

"Jatimulyo sudah beberapa kali jadi tempat melepasliarkan satwa burung hendaknya bisa dijaga agar tidak punah. Sehingga, populasi satwa berkembang," imbau Bupati Sutedjo. (Rul)

Credits

Bagikan