BMKG Evaluasi Peta Tsunami Purworejo

user
danar 06 Oktober 2021, 18:10 WIB
untitled

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengevaluasi peta potensi tsunami di Kabupaten Purworejo. Kepala BMKG Prof Ir Dwikorita Karnawati MSc PhD turun langsung mengevaluasi peta jalur evakuasi di Desa Gedangan Kecamatan Purwodadi, Rabu (6/10/2021).

Dwikorita hadir di sela kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi yang diselenggarakan BMKG di desa tersebut. Sekolah lapang itu diikuti 52 elemen masyarakat yang tinggal di kawasan rawan tsunami.

Dwikorita mengatakan, evaluasi tersebut penting dilakukan mengingat tingginya potensi gempa bumi yang memicu tsunami di pesisir selatan Pulau Jawa. "Kita evaluasi peta yang sudah ada, kita mencari tempat evakuasi sementara yang aman dan dijangkau kurang dari satu jam," ungkapnya kepada KRJOGJA.com, di sela evaluasi.

Dwikorita memimpin evaluasi, diawali dari tepi pantai Desa Gedangan. Pihak BMKG didampingi Asisten III Setda Purworejo Pram Prasetya Achmad dan Kepala Pelaksana BPBD Purworejo Budi Wibowo berjalan dari garis pantai menuju tempat evakuasi sementara di kompleks makam Desa Gedangan. Mereka menghitung waktu tempuh hingga ketinggian tanah.

Namun, berdasarkan peta bencana dan pemodelan yang dilakukan BMKG, tempat evakuasi itu masuk ke dalam zona merah. "Dalam pemodelan, kalau terjadi tsunami, ombaknya sampai ke tempat ini. Maka kita cari tempat lain yang sekiranya masuk ke zona hijau," tuturnya.

Menurutnya, pemahaman potensi tsunami harus disampaikan secara utuh dan lengkap kepada masyarakat. "Tidak untuk menakut-nakuti, tapi kalau masyarakat tahu, mereka bisa siap-siap. Kalau tidak tahu informasi, tiba-tiba terjadi tsunami, malah bisa berbahaya," ujarnya.

Purworejo masuk ke dalam wilayah rawan bencana tsunami. Bahkan berdasarkan pemodelan BMKG, lanjutnya, tsunami tiba di bibir pantai Purworejo dalam waktu 39 menit.

Sejumlah desa di wilayah Kecamatan Purwodadi, Ngombol, dan Grabag berpotensi terkena tsunami. Berdasarkan pemodelan BMKG, ketinggian tsunami di pesisir Purworejo diperkirakan mencapai 14 meter.

Ditambahkan, BMKG telah memetakan potensi tsunami di pesisir selatan Pulau Jawa. "Sudah dilakukan evaluasi di Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Barat. Untuk mitigasi tsunami dibutuhkan informasi cepat dan kesiapan masyarakat, maka selain peta potensi tsunami, masyarakat juga harus diberi pelatihan dan pemahaman," ungkapnya.

Sementara itu, Asisten III Sekretariat Daerah Purworejo Drs Pram Prasetya Achmad MM mengatakan, evaluasi yang dilakukan BMKG sangat membantu pemerintah dalam membuat kebijakan mitigasi tsunami. "Tentunya arahan dari BMKG yang diwujudkan dalam peta jalur evakuasi akan menjadi dasar pemkab dalam membuat kebijakan mitigasi tsunami yang efektif dan efisien. Sekolah lapang dan ," terangnya.

Pram berharap hasil evaluasi tersebut dapat disosialisasikan hingga ke tingkat bawah, sehingga masyarakat dapat memahami dan mempersiapkan berbagai langkah evakuasi apabila sampai terjadi gempa bumi. Selain itu dengan pemahaman mitigasi yang mapan, katanya, masyarakat akan memiliki kepedulian untuk ikut merawat jalur-jalur evakuasi yang sudah ditentukan.

Pram menilai kesadaran masyarakat pesisir Purworejo akan ancaman tsunami sudah mulai muncul. Pemerintah, katanya, secara rutin menyosialisasikan mitigasi gempa dan tsunami, serta membangun beberapa infrastruktur pendukung seperti sirine peringatan dini, radar gelombang, rambu dan jalur evakuasi. "Masyarakat selama ini mau menjaga berbagai infrastruktur itu dan aktif dalam berbagai kegiatan mitigasi. Kami menilai kesadaran kebencanaan itu sudah tumbuh," tandanya.(Jas)

Credits

Bagikan