Integrasi Aplikasi JSS, Reservasi ke Kampung Wisata Dimudahkan

user
danar 05 Oktober 2021, 08:30 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Proses reservasi ke kampung wisata di Kota Yogya kini semakin dimudahkan. Hanya, penerimaan kunjungan wisata secara penuh masih menunggu ketentuan dari pemerintah.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogya Wahyu Hendratmoko, menjelaskan meski kegiatan pariwisata belum sepenuhnya dibuka namun pihaknya tetap melakukan sejumlah inovasi untuk pengembangan industri pariwisata.

"Salah satunya meluncurkan Kamelia, sebuah aplikasi untuk memasarkan kampung wisata yang bisa diakses melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS)," jelasnya, Senin (4/10/2021) malam.

Kamelia merupakan singkatan dari Kampung Wisata Melayani Melalui Aplikasi. Melalui menu tersebut wisatawan dapat mengakses informasi, melakukan reservasi hingga melakukan pembayaran sesuai paket wisata yang dipilih.

Wahyu mengaku, di Kota Yogya terdapat 17 kampung wisata dan seluruhnya sudah terintegrasi melalui Kamelia.

"Cukup mengakses JSS dan memilih Kamelia wisatawan bisa melihat paket wisata yang ditawarkan setiap kampung wisata. Jika sudah menentukan pilihan, maka bisa langsung melakukan reservasi dan pembayaran sesuai paket yang diambil," imbuhnya.

Dalam paket wisata yang disediakan, lanjut Wahyu, sudah memasukkan kegiatan yang akan dilakukan wisatawan selama berkunjung. Selain itu juga atraksi yang ditawarkan, kuliner, hingga kegiatan lain. Diakuinya, meski semuanya sudah siap namun kampung wisata belum bisa menerima tamu.

Hal ini karena kegiatan pariwisata belum diizinkan atau baru diizinkan terbatas menyangkut aturan PPKM.

Oleh karena itu, saat ini Dinas Pariwisata Kota Yogya tengah mengupayakan kelengkapan sarana dan prasarana pendukung di kampung wisata. Salah satunya penambahan QR Code yang terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi.

"Sedang kami ajukan untuk 17 kampung wisata termasuk untuk CHSE atau sertifikat protokol kesehatannya. Kalau dari kami, seluruh kampung wisata sudah melakukan verifikasi protokol kesehatan," tandasnya.

Dengan demikian, saat kegiatan pariwisata sudah diizinkan kembali untuk dibuka, maka seluruh kampung wisata sudah memenuhi berbagai kelengkapan sarana dan prasarana menerima tamu. Selain 17 kampung wisata yang sudah terbentuk, pihaknya tetap melakukan pembinaan untuk pengembangan potensi wisata di wilayah. Terdapat 13 embrio kampung wisata yang berproses menjadi kampung wisata. (Dhi)

Credits

Bagikan