LDII Yogyakarta Dukung Gerakan Berkebangsaan Indonesia Melalui Media Digital

user
Ary B Prass 04 Oktober 2021, 20:07 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Yogyakarta mendukung berbagai forum dan organisasi kemasyarakatan untuk aktif memproduksi konten kebangsaan dalam rangka meredam konflik yang muncul akibat penyalahgunaan media digital.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPD LDII Kota Yogyakarta Tri Bangun BR SAg usai mengikuti Forum Group Discussion (FGD) bertajuk 'Gerakan Berkebangsaan Indonesia Melalui Media Digital' di Hotel Jambu Luwuk Yogyakarta, Kamis (30/9/2021).

"Mari jadilah forum atau ormas yang aktif memproduksi pesan-pesan kebangsaan. Dengan demikian, hal ini bisa meredam konflik yang muncul akibat penyalahgunaan media digital oleh oknum," pesan Bangun.

FGD yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Yogyakarta menghadirkan narasumber Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Kadiskominfosan) Kota Yogyakarta Tri Hastono SSos MM dan praktisi komunikasi public digital dan YouTuber Rosa Kusuma Azhar SPd MSi. Adapun peserta FGD berasal dari puluhan forum dan ormas di Kota Yogyakarta.

Heroe menjelaskan pentingnya kesadaran akan keberadaan teknologi informasi. Hal ini mengingat derasnya arus informasi dari media-media digital yang terus berkembang pesat saat ini.

"Salah satunya dengan belajar merubah kebiasaan dari bahasa lisan ke dalam bahasa tulisan agar pesan yang disampaikan tidak memicu persoalan. Hal itu dikarenakan bahasa tulisan adalah subyektif, tergantung bagaimana prespektif pembaca," jelas Heroe.

Sementara Pak Kelik, sapaan akrab Kadiskominfosan Kota Yogyakarta, menjelaskan betapa borosnya penduduk Kota Yogyakarta dalam berinternet. Bahkan hampir mengalahkan kebutuhan pangan.

"Muncul istilah 'Generasi Rebahan' yang betah berjam-jam mengakses internet melalui HP di dalam kamar," ungkapnya.

Sementara itu, Rosa yang juga praktisi, dosen, sekaligus MC di Televisi Republik Indonesia (TVRI) mengajarkan tips berkonten yang sederhana namun tepat sasaran untuk menciptakan konten yang memiliki etika dan tidak merugikan orang lain.

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Yogyakarta Wahyu Susanto memperkenalkan pentingnya FPK Kota Yogyakarta yang dibentuk seirama dengan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

"FPK dibentuk oleh Kemendagri di setiap level pemerintahan, termasuk di Yogyakarta untuk mewujudkan kebhinekaan dengan ragam etnis, suku, bahasa dan budaya yang dibawa oleh pelajar se-Indonesia di Yogyakarta," jelasnya.

Mengakhiri FGD, Kepala Bakesbangpol Kota Yogyakarta Budi Santosa menyampaikan bahwa materi-materi yang disampaikan oleh para narasumber FGD merupakan masukan yang bagus. Hal ini menjadi masukan mengenai bagaimana bersikap untuk menghadapi perubahan-perubahan di masa sekarang. (Dev)

Credits

Bagikan