Angka Kendaraan Tinggi, PAD Uji KIR Kendaraan Sebesar Rp 1,2 Miliar

user
Ary B Prass 03 Oktober 2021, 17:27 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRJOGJA.com- Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sukoharjo bersumber dari uji KIR kendaraan di Dinas Perhubungan (Dishub) dalam satu tahun mencapai Rp 1,2 miliar. Nilai tersebut terus mengalami peningkatan seiring bertambahnya jumlah kendaraan yang melakukan uji KIR. Dalam satu hari ada sekitar 50 hingga 60 kendaraan melakukan uji KIR.

Kepala Dishub Sukoharjo Toni Sribuntoro, Minggu (3/10/2021) mengatakan, PAD Kabupaten Sukoharjo bersumber dari uji KIR kendaraan sangat besar. Angkanya terus mengalami kenaikan seiring bertambah banyaknya kendaraan yang mengajukan uji KIR di kantor Dishub Sukoharjo.

Kendaraan yang melakukan uji KIR wajib lolos pemeriksaan petugas. Apabila tidak maka pemiliknya wajib melakukan uji KIR kendaraan ulang sebagai pemenuhan syarat berkendara sesuai ketentuan dari pemerintah.

"Satu tahun saja bisa menyumbang PAD Kabupaten Sukoharjo sebesar Rp 1,2 miliar. Bisa saja angka itu naik tahun depan karena ada kenaikan jumlah kendaraan. Sebab pertumbuhan jumlah kendaraan terus naik setiap tahun," ujarnya.

Dishub Sukoharjo sebagai bentuk peningkatan pelayanan pada masyarakat melaunching sistem pendaftaran online dan pembayaran non tunai E-KIR, Senin (27/9/2021) lalu. Program tersebut merupakan terobosan baru untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan pada masyarakat. Selain itu juga bentuk akuntabel dan transparansi uji KIR kendaraan karena semua pembayaran langsung masuk ke kas daerah.

Dishub Sukoharjo melakukan terobosan baru uji KIR kendaraan dari sebelumnya manual menjadi sistem online. Perubahan dilakukan dengan melaunching E-KIR dan langsung disosialisasikan ke masyarakat.

Pelayanan pendaftaran online dan pembayaran non tunai E-KIR dimana dalam pelayanan ini memberikan kemudahan dan kelancaran bagi para wajib uji kendaraan untuk melakukan pendaftaran dan pembayaran darimana saja, sehingga waktu uji KIR ketika ke gedung pengujian di kantor Dishub Sukoharjo tinggal melaksanakan pengujian saja.

Toni mengatakan, kelebihan dari pelayanan pendaftaran online dan pembayaran non tunai yaitu, mengurangi antrean pada waktu pendaftaran dan pembayaran pengujian, serta mengurangi kontak fisik antara wajib uji kendaraan dengan petugas. Hal ini sangat relevan dengan situasi kondisi saat ini dalam upaya mendukung pencegahan penyebaran virus Corona.

Proses pengujian lebih cepat karena data langsung masuk kedalam sistem aplikasi. Pembayaran langsung masuk ke dalam rekening pendapatan daerah di Bank Jateng.

"Alurnya sekarang juga berbeda karena pendaftaran dan pembayaran dilakukan online. Sedangkan uji KIR kendaraan tetap sama seperti sebelumnya di kantor Dishub Sukoharjo," ujarnya. (Mam) 

Credits

Bagikan