Permudah Investasi, Pemkot Putuskan 30 Sentra IKM

user
danar 03 Oktober 2021, 17:30 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Pemkot Yogya akhirnya memutuskan ada 30 sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang tersebar di 14 kemantren dan 45 kelurahan. Keberadaan sentra tersebut diharapkan akan memudahkan intervensi yang kelak dilakukan oleh pemerintah.

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogya Tri Karyadi Riyanto, mengungkapkan, penetapan 30 sentra IKM tersebut sudah dituangkan melalui Keputusan Walikota (Kepwal) tertanggal 17 Juni 2021. "Dengan adanya sentra akan lebih fokus dalam mengembangkan usaha. Saya harap industri kecil bisa bergabung ke sentra," jelasnya, Sabtu (2/10/2021).

Sentra IKM yang dibentuk tersebut berdasarkan jenis usaha serumpun di tiap wilayah. Di antaranya sentra industri batik, kulit, gudeg, alumunium, perak dan sebagainya. Kelembagaannya berbeda dengan Forum Komunikasi UMKM (Forkom) yang terbentuk di tiap kemantren. Hal ini karena sentra IKM lebih bersifat spesifik berdasarkan jenis usaha sedangkan forkom forum yang mewadahi berbagai macam usaha kecil.

Tri Karyadi menambahkan, intervensi pemerintah biasanya berupa akses bantuan permodalan maupun peralatan produksi. Banyak intervensi tersebut yang disalurkan melalui kelembagaan dalam bentuk sentra. "Makanya kita dorong perajin-perajin bisa masuk ke sentra. Fasilitasi pemerintah kan biasanya melalui lembaga dulu, tidak perorangan," jelasnya.

Dicontohkan, saat ini ada program dari Dana Keistimewaan DIY dengan sasaran kelompok UMKM yang memiliki legalitas. Keberadaan sentra IKM yang telah ditetapkan melalui kepwal sudah memenuhi syarat legalitas kelembagaan. Dalam satu sentra rata-rata terdiri dari lima IKM yang ditentukan secara selektif berdasarkan faktual usahanya.

Di samping itu, sentra IKM berbasis kemantren dinilai penting karena 'core' industri di Kota Yogya tergolong unik. Terutama seiring luas wilayah yang hanya 12,5 kilometer persegi sehingga tidak diperkenankan membangun industri skala besar. Dalam perda terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), industri skala besar menjadi ranah pusat. Sehingga pihaknya perlu mendorong tumbuhnya sentra-sentra IKM di wilayah.

Dengan adanya sentra IKM tersebut pihaknya berkomitmen industri yang sifatnya kecil mampu memiliki daya saing tinggi. Apalagi jika sudah ditetapkan unggulan di tiap wilayah, maka akan memudahkan intervensi kebijakan. Sarana pendampingan dan bantuan promosi yang diberikan oleh pemerintah juga dapat terfasilitasi secara lebih optimal.(Dhi)

Credits

Bagikan