Pelajar SMP di Klaten Fashion Show Busana Daur Ulang Sampah

user
danar 25 September 2021, 02:10 WIB
untitled

KLATEN, KRJOGJA.com - Sejumlah siswi dari beberapa SMP di Kabupaten Klaten memperagakan karya unik, berupa busana daur ulang dari sampah plastik dan juga kertas koran. Mereka melakukan fashion show di sela acara peringatan hari ozon se dunia dan deklarasi 5.000 nasabah bank sampah sekolah adiwiyata, di SMPN 2 Klaten, Jumat (24/9/2021).

Mereka adalah, Lidia, Maylani, Cahyaningtyas, Fadilah, dan Kanaya. Para siswi tersebut memamerkan busana pesta yang terbuat dari barang bekas.

Lidia mengenakan baju yang terbuat dari plastik bekas bungkus pakan burung, lengkap dengan membawa bunga terbuat dari bekas bungkus susu. “Kebetulan ada guru yang ternak burung, plastiknya dikumpulkan lalu dibuat baju,” kata Lidia, siswi SMPN 2 Klaten.

Siswi SMPN 1 Klaten, Maylani dan Cahyaningtyas mengenakan baju dari kertas koran. Mereka mendesain dan menjahit baju tersebut bersama. Membutuhkan waktu sekitar dua minggu dan menghabiskan puluhan lembar kertas koran. Fadilah, juga dari SMPN 1 Klaten mengenakan baju yang dibuat dari tas kresek bekas, dengan dominasi warna putih.

Kanaya dari SMPN 1 Jatinom nampak cantik mengenakan busana terbuat dari plastik bekas bungkus mie instan, lengkap juga dengan membawa bunga yang terbuat dari botol-botol plastik.

Manager CSR PT Tirta Investama Klaten, Rama Zakaria mengemukakan, kegiatan tersebut merupakan kolaborasi PT TIV dengan sekolah adiwiyata dan Shind. Pada tahun 2021 terdapat 20 sekolah adiwiyata di Klaten, yang mendapat pendampingan untuk bisa mencapai peringkat sesuai kompetensinya.

Maulana Sriyono, Direktur Secerah Harapan Indonesia (Shind) mengatakan, lembaganya bergerak untuk pendidikan lingkungan hidup. Mendorong para siswa untuk melakukan apa yang ada dalam komponen adiwiyata, secara aktual.

Kepala SMPN 2 Klaten, Ismadi mengemukakan, gerakan menabung sampah di SMPN 2 sudah berjalan cukup intens. Melibatkan 20 persen dari jumlah siswa atau sekitar 140 orang. “Kegiatan anak-anak dengan timnya dalam kendali kesiswaan dan humas. Ada tempat bank sampah. Sampah yang laku dijual untuk khas OSIS, yang tak laku diambil DPU ke TPA,” kata Ismadi. (Sit)

Credits

Bagikan