TIC Dispar DIY Dikemas Milenial Sajikan Informasi Wisata Terkini

user
Ary B Prass 12 September 2021, 18:27 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Tourism Information Center (TIC) Tourist Information Service) dan Tourist Information Service (TIS) Dinas Pariwisata (Dispar) DIY sebagai panduan layanan informasi guna memenuhi kebutuhan wisatawan terus dikembangkan yang kini dapat diakses melalui aplikasi Visiting Jogja, selain akses offline.

Kehadiran TIC dan TIS Dispar DIY tersebut menyuguhkan sajian informasi wisata di DIY terkini yang dikemas dengan gaya milenial dan disesuaikan dengan kondisi di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Informasi Pariwisata Dispar DIY Benny Saptianto mengatakan TIC dan TIS Dispar DIY menyuguhkan sajian update informasi wisata di DIY yang dikemas dengan gaya milenial. Karena memang tidak bisa dipungkiri, pola komunikasi masyarakat maupun wisatawan lebih condong memanfaatkan media digital dan media sosial dibandingkan dengan cara konvensional dengan kemudahan akses internet dan adanya pandemi ini, seperti melalui selebaran/flyer maupun datang langsung ke kantor TIC maupun TIS.

" Keberadaan TIC dan TIS Dispar DIY ini untuk membantu dan mempermudah perjalanan wisatawan, meningkatkan jumlah kunjungan, perpanjangan tangan stakeholder, media promosi, dan mengumpulkan data wisatawan. Di masa pandemi ini, TIC maupun TIS berperan aktif memberikan informasi terkini kepada para calon wisatawan utamanya yang akan berkunjung ke DIY melalui Visiting Jogja mengenai kondisi dan keadaan destinasi maupun lokasi wisata yang sekiranya memang ditutup selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)," paparnya, di Yogyakarta, Minggu (12/9/2021).

Benny menyampaikan TIC dan TIS Dispar DIY yang dikelolanya tersebut berada di beberapa lokasi strategis wisatawan seperti destinasi wisata maupun pintu gerbang masuknya wisatawan yaitu stasiun dan bandara. Pihaknya memiliki TIC Malioboro, TIS Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) yang sebelumnya berada di Bandara Internasional Adisutjipto, TIS Stasiun Yogyakarta (Tugu) dan TIS di Bali.

" Layanan TIC mapun TIS Dispar DIY tersebut memang bertujuan untuk memberikan informasi dan jasa mengenai pariwisata di DIY bagi calon maupun wisatawan baik wisatawan nusantara (wisnus) ataupun wisatawan mancanegara (wisman) jika destinasi wisata sudah diizinkan buka. Tidak terkecuali di masa pandemi, kami mengoptimalkan  layanan  TIC maupun TIC menggunakan aplikasi Visiting Jogja," tandasnya.

Menurut Benny, kondisi TIC maupun TIS Dispar DIY tersebut tidak luput terdampak pandemi, sehingga kunjungan wisatawan jelas mengalami kemerosotan tajam. Kunjungan wisatawan ke TIC bisa mencapai puluhan orang datang setiap harinya, namun sekarang paling banter bisa dihitung jari alias hanya minim. Jumlah kunjungan wisatawan ke seluruh TIC dan TIS Dispar DIY dikisaran tidak sampai 100 orang per bulan selama masa pandemi yang kini dipermudah aksesnya melalui Visiting Jogja.

" Kebanyakan pengunjung bertanya terkait informasi destinasi wisata di DIY yang sudah buka selama pandemi ini. Ada pula yang bertanya kelangsungan event di Calender Of Event (COE) seperti Prambanan Jazz yang harusnya digelar 11 hingga 12 September 2021 ini ditunda karena perpanjangan PPKM. Selanjutnya, informasi sifatnya umum seperti transportasi, kemudian kebutuhan data bagi mahasiswa hingga hotel untuk isolasi mandiri (isoman) kita layani," ungkapnya.

TIC maupun TIS Dispar DIY ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang telah disesuaikan dengan protokol kesehatan demi keamanan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung. Di samping fasilitas, pihaknya terus mengupdate informasi-informasi pariwisata terbaru dan unik seperti tempat makan, destinasi wisata, penginapan, paket wisata dan sebagainya. (Ira)

Kredit

Bagikan