Mahasiswa dan Alumni Unsoed Dukung Penganugerahan Profesor Jaksa Agung

user
agus 10 September 2021, 11:46 WIB
untitled

PURWOKERTO, KRJOGJA.com - Elemen mahasiswa dan alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah,  menyatakan mendukung penganugerahan Profesor kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin  yang akan di laksanakan Jumat (10/9/2021).

Pernyataan sikap itu untuk menanggapi dinamika yang berkembang terkait penganugerahan gelar Profesor kehormatan kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin oleh Unsoed.

"Kami mendukung langkah dari Fakultas Hukum khususnya dan Universitas Jenderal Soedirman," kata Fadlan Naufal Aditya, Menteri Adkesma BEM FH Unsoed kepada wartawan, Kamis malam (9/9/2021).

Ia menegaskan proses penganugrahan profesor setidaknya mendapati dua hal.  Yakni yang pertama secara formal ST Burhanuddin memang memenuhi prasyarat untuk mendapatkan status sebagai guru besar mengingat ST Burhanuddin telah memiliki gelar Doktor dan juga sebagai dosen Luar Biasa.

Menurutnya ST Burhanuddin juga berkomitmen dalam pemberantasan korupsi cukup besar  dalam perkara Jiwasraya dan Asabri . " Ini membuktikan perkara yang selama ini rumit akhirnya terproses juga," ungkapnya.

Berkaitan dengan  ada pihak yang kurang setuju dengan adanya penganugerahan gelar Profesor oleh Unsoed itu hal yang wajar. Rio Putra Pratama dari BEM Fakultas Hukum Unsoed, menambahkan  elemen mahasiswa yang terdiri dari berbagai unsur Civitas Akademik Universitas Jenderal Sudirman, seperti Ikatan Alumni Magister Ilmu Hukum Program Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman sangat mendukung penganugrahan gelar Profesor kepada ST Burhanuddin.

Dukungan lain berasal dari Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Hukum , BEM FH Unsoed, Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol), DPD KNPI Banyumas, SAPMA Pemuda Pancasila Universitas Jenderal Soedirman, Gerakan Mahasiswa Peduli Tanah Air (Gempita) menyatakan sikap.

Dalam sikapnya mereka merasa  bangga dengan terbitnya Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor : 37421/ MPK.A/ KP.05.00/2021 Tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Akademik Dosen Tidak Tetap dan Pengangkatan Jabatan Profesor Ilmu Hukum Pidana kepada ST Burhanuddin. Keputusan tersebut diinisiasi dan diusulkan oleh para Guru Besar pada Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.

Kemudian pengangkatan jabatan Profesor kepada ST Burhanuddin telah melalui tahapan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 40 Tahun 2002 Tentang Pengangkatan Profesor Kehormatan/ Guru Besar Tidak Tetap Pada Perguruan Tinggi.

Ketentuan lain yakni pada  Pasal 2 Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor. 88 Tahun 2003 Tentang Pengangkatan Dosen Tidak Tetap Dalam Jabatan Akademik Pada Perguruan Tinggi Negeri.

Sehingga para guru besar menilai telah memenuhi semua persyaratan secara akademis maupun secara Administratif berdasarkan berita acara usul kenaikan jabatan Profesor sebagai dosen tidak tetap.

" Pengangkatan Profesor Kehormatan kepada ST Burhanuddin diharapkan menjadi teladan dan motivasi bagi generasi muda penerus bangsa khususnya kalangan civitas akademik di Fakultas Hukum Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto," kata Rio.

Ketua Ikatan Alumni Magister Ilmu Hukum, Yudo F Sudiro menegaskan pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi khususnya kepada Unsoed atas gelar kehormatan pada Jaksa Agung khusus ilmu Restorative justice (RJ). Ia menilai jika ilmu tersebut kedepannya akan sangat diperlukan dalam sistem hukum di Indonesia.

" Saya mengharapkan kedepan Unsoed khususnya bisa mengambil tokoh tokoh nasional untuk bisa menjadi guru besar atau pengajar di Unsoed, sehingga Unsoed kedepan bisa di sejajarkan dengan universitas universitas lain seperti UGM, UI atau Undip," kata Yudo.(Dri)

Kredit

Bagikan