Dispar DIY Minta Sasaran Penerima Insentif Wisata Diperluas

user
Ary B Prass 13 Agustus 2021, 18:59 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Dinas Pariwisata (Dispar) DIY terus berupaya memberikan dukungan dan dorongan kepada pelaku industri pariwisata agar tetap bertahan dan segera bangkit setelah diperbolehkan beroperasional kembali di tengah pandemi Covid-19.

Selain itu, pihaknya mendorong agar penerima insentif pariwisata baik dari pemerintah pusat maupun Pemda DIY diperluas sasaran penerimanya sehingga industri pariwisata bisa segera bergerak kembali.

" Kami senantiasa memberikan semangat dan harapan kepada pelaku wisata di DIY, yakin bahwa industri pariwisata akan segera bergerak kembali nantinya. Optimisme tersebut seiring dengan berbagai upaya yang telah dan terus dilakukan saat ini," kata Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo di Yogyakarta, Jumat (13/8/2021).

Singgih mengatakan berbagai upaya tersebut yaitu penyiapan tenaga pariwisata di DIY supaya aman bagi dirinya sendiri maupun bagi wisatawan yang datang. Hampir semua daerah pun menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM)-nya dengan mengikuti vaksinasi Covid-19.

" Kita sudah lakukan upaya kesiapan lainnya sejak awal pandemi, seperti SOP-nya, pendampingan, pelatihan dan lain-lain kepada pelaku wisata. Yang sekarang kita kejar dan gerak cepat adalah pemenuhan herd immunity atau kekebalan komunal," ujarnya.

Menurut Singgih, upaya mewujudkan kekebalan komunal pelaku wisata di DIY dilakukan dengan akselerasi atau percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Sementara itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berupaya meluncurkan beberapa insentif bagi pelaku wisata seperti Bantuan Insentif Pemerintah (BIP), hibah pariwisata dan beberapa pelatihan skill maupun promosi dalam era digital.

" Digitalisasi pariwisata sangat mutlak saat ini yang bisa mengefesienkan proses. Kami pun terus mengembagkan aplikasi Visiting Jogja yang akan lebih ramah kepada penggunanya, ramah cara pembayarannya dan ramah terhadap sistemnya dengan hadir melalui dua platform Android serta IOS," paparnya.

Belajar dari program hibah pariwisata yang digulirkan Kemenparekraf 2020 lalu, Singgih mengungkapkan banyak mendapatkan masukan dan melakukan evaluasi sehingga mekanisme hibah pariwisata 2021 berubah. Perubahan tersebut dalam rangka memperluas penerimanya yang sebelumnya hanya hotel dan restoran, maka akan diperluas lagi penerimanya sekarang.

" Kami baru mengupayakan skema dan besaran bantuan hibah bagi pelaku wisata di DIY yang non koperasi. Yang kami tuju jelas mempersiapkan pelaku industri pariwisata DIY untuk membuka kembali usaha wisatanya agar mereka segera bangkit lagi," tandasnya. (Ira)

Kredit

Bagikan