Sektor Kebangkitan Ekonomi Perlu Digenjot

user
danar 06 Agustus 2021, 16:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Pemkot Yogya maupun Pemda DIY diminta mulai menggenjot sektor pertumbuhan ekonomi. Hal ini seiring ada kecenderungan pertumbuhan kasus Covid-19 yang menurun, khususnya di Kota Yogya seiring kebijakan PPKL darurat maupun level 4.

Menurut Ketua DPD Partai NasDem Kota Yogya Sigit Wicaksono, sejak pemberlakuan PPKM darurat pada 3 Juli lalu, aktivitas ekonomi melemah cukup signifikan. "Saat dilanjutkan PPKM level 4 ada sejumlah keringanan. Tetapi aktivitas ekonomi belum bisa kembali seperti sebelumnya," tandasnya, Kamis (5/8/2021) malam.

Lemahnya aktivitas ekonomi tersebut lokomotif atau penggerak utama ialah industri pariwisata. Selama belum ada kunjungan wisatawan yang datang ke Kota Yogya maka geliat ekonomi juga belum mampu terlihat. Sebagai contoh sejumlah aktivitas PKL di Malioboro yang sebagian mulai aktif, namun pembelinya nyaris belum ada.

Oleh karena itu, tren penurunan kasus Covid-19 terutama di Kota Yogya patut disyukuri meski selama PPKM aktivitas perekonomian belum menggeliat. Sehingga Pemkot didesak segera menambah strategi baru agar sektor ekonomi fundamental tidak lumpuh usai PPKM selama lebih dari sebulan.

"Strateginya perlu disesuaikan agar penurunan ini dapat memperbaiki pertumbuhan ekonomi terutama sektor fundamental, yakni pariwisata. Intinya soal keberpihakan kepada pelaku wisata dan ekonomi kreatif," imbuhnya.

Sigit menambahkan, sektor pariwisata di Kota Yogya didominasi oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, lebih dari 66.575 pelaku UMKM tersebar di Kota Yogya. Jumlah ini belum termasuk asosiasi parwisata yang turut merugi selama satu tahun lebih masa pandemi.

Dirinya pun mendorong agar para pelaku ekonomi itu diperhatikan meskipun saat ini masih berlaku PPKM. Menurutnya sejauh ini belum ada kebijakan dari Pemkot maupun Pemda DIY yang benar-benar ampuh untuk membangkitkan pelaku pariwisata.

"Para pelaku wisata berbeda dengan UMKM pada umumnya. Kalau biasanya UMKM itu butuh pasar dan butuh akses masuk ke pasar, di sini sudah ada pasar. Pelaku wisata harus dibantu agar tidak kolaps. Misalnya dengan pinjaman modal tanpa bunga," tandasnya.

Saat ini dengan penurunan angka positif, Pemerintah Pusat tetap memperpanjang PPKM level 4 sejak 3-9 Agustus 2021 untuk menekan angka 'positivity rate' secara nasional. Sigit berharap seluruh elemen masyarakat mendukung perpanjangan ini, dengan catatan Pemkot Yogya segera menyusun ulang strategi pemulihan ekonomi. (Dhi)

Kredit

Bagikan