Unwahas-Unisma Gelar International Webinar Tentang Student Mobility Program

user
agus 20 Juli 2021, 12:45 WIB
untitled

SEMARANG,KRJOGJA.com - Peningkatan kemampuan pendidikan terus dilakukan oleh Universitas Wahid Hasyim (Unwahas). Bersama Forum Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (FR PTNU) dan Universitas Islam Malang (Unisma), Unwahas melaksanakan International Webinar sekaligus pelatihan atau Coaching Clinic pembuatan proposal Capacity Building in Higher Education (CBHE) Erasmus Student Mobility Program, Rabu (14/7/2021).

Acara yang digelar secara luring sekaligus daring tersebut dibuka oleh Ketua Umum Forum Rektor PTNU yang juga Rektor Universitas Islam Malang Prof Dr H Maskuri MSi. Dirinya berharap kerjasama yang baik dapat terus terjalin, terlebih kerjasama internasional untuk turut membangun bangsa.

Selain Ketua Umum Forum Rektor PTNU, acara tersebut dihadiri secara daring oleh Ketua Umum LPTNU PBNU Prof H Mohamad Nasir Ak MSi PhD, European Union Ambassador to Indonesia and Brunei Darussalam HE Mr Vincent Piket sebagai Keynote Speaker, Programme Manager Delegation of the European Union to Indonesia and Brunei Darussalam Destriani Nugroho sebagai pembicara dalam Coaching Clinic, serta hadir secara luring Ketua Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama Universitas Wahid Hasyim Dr Nanang Nurcholis MA yang sekaligus bertindak sebagai Moderator.

Dalam sambutanya Ketua Umum LPTNU PBNU Prof H Mohamad Nasir Ak PhD menjelaskan jika dalam konsisi pandemi yang masih memprihatinkan ini, nantinya universitas harus siap terkait perubahan luring menjadi daring.

“Sangat penting tentunya untuk universitas dapat mempersiapkan diri dalam segala perubahan dari luring menjadi daring, mengingat kondisi pandemi yang belum terselesaikan” ungkapnya.

Mohamad Nasir juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan kepada tamu Internasional European Union Ambassador to Indonesia and Brunei Darussalam H.E Mr. Vincent Piket khususnya yang dapat hadir di Indonesia meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Pada seminar dengan tema Peluang Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) Dalam Mengembangkan Jejaring Kerja Sama dengan Uni Eropa tersebut Mr Vincent Piket menjelaskan hal terpenting setelah nantinya terbentuk kerjasama adalah menjaga kualitas kerjasama tersebut. Uni Eropa juga memiliki misi untuk menyatukan perguruan tinggi yang berada di bawah Uni Eropa. Menariknya ada lebih dari 1.200 beasiswa yang telah disiapkan oleh Uni Eropa yang dapat diakses oleh mahasiswa dan perguruan tinggi di Indonesia.

“Dengan sistem yang sudah kuat Uni Eropa telah banyak memberikan kontribusi yang baik untuk Indonesia, salah satunya dengan membangun rumah sakit universitas untuk membantu penanganan Covid-19. Selain itu dengan Program Erasmus+ saat ini sedang diupayakan untuk mengintegrasikan sistem Perguruan Tinggi dengan kartu mahasiswa yang dapat diakses 279 Perguruan Tinggi di Uni Eropa, sehingga mahasiswa dapat mengikuti program di luar kampus bahkan di luar negaranya” ujar Mr Vincent Piket.

Sementara itu dalam pemaparan Coaching Clinic-nya, Destriani Nugroho menjelaskan bahwa perguruan tinggi yang ingin mengakses Program Erasmus tersebut diharapkan dapat memenuhi persyaratan administrasi yang telah diberikan. Selain itu disampaikan jika program tersebut memiliki tujuan untuk meningkatkan kompetensi, pengembangan bahasa asing, dan juga pengenalan budaya di Eropa.

“Erasmus Program bertujuan agar mahasiswa dapat meningkatkan kompetensinya, sekaligus belajar bahasa asing dimana bukan hanya bahasa Inggris saja di Eropa, dan juga diharapkan dapat belajar budaya yang ada di Eropa tersebut. Untuk pihak Univeritas program tersebut dapat meningkatkan penelitian” ujar Destriani Nugroho.

Acara yang berlangsung di Lantai 6 gedung Dekanat Universitas Wahid Hasyim dengan media Zoom Meeting tersebut berjalan dengan lancar, diikuti oleh ratusan peserta baik dari internal universitas maupun masyarakat umum. (sgi)

Kredit

Bagikan