Dampak PPKM Darurat, Penjualan Domba Kurban di Wonogiri Anjlok

user
danar 19 Juli 2021, 08:30 WIB
untitled

WONOGIRI, KRJogja.com - Sejumlah peternak di Wonogiri mengaku omzet penjualan ternak kurban anjlok hingga 30-50 persen selama PPKM darurat jika dibandingkan tahun lalu. Meski tengah dilanda pandemi harga jual domba mengalami kenaikan antara Rp 150-200 ribu per ekor dengan berat 20-30 kg.

Salah seorang peternak domba di Ngadirojo Wonogiri, Wisnu Tripranoto, Senin (19/7/2021), menyebutkan, sehari menjelang Idul Adha atau hari kurban para peternak sibuk dengan aktivitas pemberian pakan bermutu dan nutrisi tinggi untuk menunjang kebutuhan gizi ternak sebelum dijual dan disembelih saat kurban.

"Tapi jika dibanding musim kurban tahun lalu omzet penjualan tahun ini turun sekitar 40 persen," kata pemilik peternakan domba 'Berkah Dalem Linangkung Farm' Ngadirojo.

Namun pemilik 250 ekor kambing dan domba ini mengaku tetap mendapatkan keuntungan dari para pelanggan yang datang dari Jakarta, Solo, Sukoharjo dan Yogyakarta.

Anjloknya omzet penjualan ternak kurban khususnya domba juga diakui Jimin Goto pemilik peternakan 'Logung Farm'. Tapi, pemilik 50 ekor domba jenis tanduk ini seluruhnya berjenis domba bertanduk tidak berkecil hati bahkan tetap bersyukur. Pasalnya, domba jenis tanduk dengan bobot 25 Kg laku dia jual Rp 1,7 juta rupiah.

"Harga ini relatif lebih tinggi dibanding hari-hari biasa yang hanya berkisar Rp 1,5 jutaan," lanjut Jimin sembari berharap pandemi Covid 19 segera berakhir sehingga daya beli masyarakat akan hewan kurban kembali meningkat.(Dsh)

Kredit

Bagikan