PKL Semakin Tercekik Akibat Kebijakan Penutupan Jalan

user
danar 09 Juli 2021, 17:10 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Kebijakan penutupan total di Jalan Parangtritis semakin ‘mencekik’ pedagang kaki lima (PKL) diruas jalan itu. Sejak awal pandemi mereka sebenarnya sudah terpukul lantaran penjualan terus anjlok. Setelah ditutup total, harapan bangkit dari kemelut ini rasanya semakin sulit.

Sementara Dinas Perhubungan Bantul tengah koordinasi agar Jalan Parangtritis dibuka khusus untuk keluar dari Bantul. “Sebagai pelaku usaha kecil, otomotis dampaknya sangat parah. Pemasukannya itu tidak ada. Paling seminggu laku 1 atau 2 mebel. Belum lagi saya juga harus menyisihkan uang untuk bayar kontrakan,” ujar pemilik lapak penjual mebel asal Dlingo, Lagiran, Kamis (8/7/2021).

Saat ini Lagiran sudah tidak tahu apa yang mesti dilakukan ditengah kondisi pandemi sekarang ini. “Ya mau bagaimana lagi, ya menurut saya ya jalani aja apa adanya,” jelasnya lirih.

Lelaki yang sudah lima tahun ngontrak di Jalan Parangtritis mengungkapkan jika untuk membayar kontrakan sudah berat sekali. Namun Lagiran juga menyadari kondisi sulit mungkin juga dialami oleh pedagang lainnya.

“Saya merasakan dampak dari pandemi ini sangat berat sekali, jual beli mebel online juga sepi, kios juga sepi apalagi Jalan Parangtritis ditutup sekarang ini sangat besar imbasnya,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Aris Suhariyanta SSos MM mengatakan, setelah koordinasi virtual dengan Polda DIY, kemudian kepala Sat Pol PP DIY, seluruh polres/polresta di DIY dianjurkan menambah penutupan ruas jalan. Tetapi pihaknya harus koordinasi terlebih dahulu dengan Polres Bantul.

Terkait penutupan Jalan Parangtritis simpang empat Druwo , Dishub Bantul sudah koordinasi dengan Polres Bantul. “Jika Polres Bantul menyetujui akan dibuka yang sisi barat atau yang dari arah selatan saja agar kendaraan dari arah Bantul bisa keluar ring road. Tetapi kebijakan tersebut masih menunggu koordinasi dengan Polres Bantul,” jelas Aris. (Roy)

Kredit

Bagikan