Hari Keempat PPKM Darurat DIY, Satpol PP Tutup Paksa 600 Gerai

user
agus 07 Juli 2021, 16:30 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY, Noviar Rahmad mengungkap selama empat hari PPKM Darurat, pihaknya sudah melakukan penertiban terhadap 600 lebih toko yang melanggar aturan. Selain itu, kini penambahan penyekatan jalan dilakukan di beberapa wilayah DIY untuk mengurangi mobilitas masyarakat.

Noviar mengatakan empat hari PPKM Darurat, pihaknya menerima hingga 153 laporan dari masyarakat melalui hotline setiap hari terkait pelanggaran Instruksi Gubernur 17 tahun 2021. Baru empat hari, Satpol PP DIY sudah harus menutup paksa 600 lebih lokasi yang melakukan pelanggaran.

“Kami sampai hari keempat ini sudah melakukan penindakan dengan upaya penutupan paksa dan pembubaran di 600 lebih tempat. Setiap hari juga ada 153 pengaduan yang masuk terkait pelanggaran yang terjadi,” ungkap Noviar.

Satpol PP menurut Noviar juga menemukan adanya aksi nakal penjual yang pura-pura menutup usaha meski sebenarnya tetap buka di dalam. Hal tersebut membuat Satpol PP mau tak mau menutup paksa usaha tersebut.

“Kami setiap jam ada yang protes pada kami, tetap ingin buka karena kekhawatiran bagaimana makan dan mendapat penghasilan. Kami berupaya mengingatkan bahwa waktunya (PPKM) sangat singkat, harapannya warga bisa menaati agar bisa berhasil dengan maksimal. Kalau satu menaati lainnya tidak, sama saja bohong. Khawatirnya jika tak berhasil malah akan terus diperpanjang dan tentu kita tak inginkan bersama,” lanjut dia.

Di sisi lain, mulai Kamis (8/7/2021) besok, instansi terkait akan melakukan pengetatan penutupan jalan di wilayah DIY. Hal tersebut dilakukan karena hingga hari keempat baru 15 persen saja mobilitas masyarakat yang berpengaruh pada tingkat penurunan angka kasus Covid-19.

“Penyekatan jalan kita tambah karena penurunan mobilitas masyarakat baru 13-15 persen saja. Minimal kasus bisa berkurang ketika mobolitas bisa berkurang hingga 50 persen. Masyarakat harapannya bisa banyak di rumah. Jalan-jalan utama kita sekat sebagai langkah agar masyarakat tinggal di rumah bukan ke mana-mana. Besok Kamis akan mulai diterapkan, saat ini koordinasi dengan Polda masih dilakukan,” lanjut dia.

Sementara terkait kebijakan mematikan lampu jalan yang sudah dilakukan Sleman, Noviar menyampaikan akan ada penjagaan oleh petugas sehingga diharapkan tak memunculkan aksi kriminalitas. Pihaknya terus berkoordinasi dengan TNI/Polri guna memastikan keamanan wilayah.

“Untuk mencegah terjadinya kriminal kami berpatroli dan menjaga bersama TNI/Polri. Harapan kami memang angka positif bisa segera turun, sehingga PPKM darurat ini bisa lekas selesai,” pungkasnya. (Fxh)

Kredit

Bagikan