Mulai Hari Ini Pegawai Balaikota Laksanakan WFH

user
danar 01 Juli 2021, 12:31 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogya mengeluarkan kebijakan baru untuk menekan potensi penularan virus. Salah satunya memperbanyak work from home (WFH) bagi pegawai yang berada di kompleks Balaikota Yogya.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogya Heroe Poerwadi, menjelaskan terhitung mulai Kamis (1/7/2021) hari ini pegawai di Balaikota Yogya yang masuk kantor hanya 25 persen. Sedangkan sisanya sebanyak 75 persen bekerja dari rumah atau WFH.

"Ini bagian untuk mengkondisikan agar berbagai macam persoalan yang berkaitan dengan penularan di kantor bisa dicegah," jelasnya usai rapat koordinasi lintas instansi, Rabu (30/6/2021).

Sebelumnya, kebijakan WFH ditetapkan sebanyak 50 persen. Instansi yang berada di luar komplek Balaikota Yogya pun masih diberlakukan kebijakan serupa. Hanya khusus bagi pegawai di kompleks Balaikota, WFH ditambah menjadi 75 persen. Hal ini karena ada sejumlah perkantoran di kompleks Balaikota yang puluhan pegawainya terpapar virus Corona.

Heroe mengaku, WFH 75 persen bagi pegawai di kompleks Balaikota akan diberlakukan hingga Senin (5/7/2021). Akan tetapi jika ada keputusan serupa berskala nasional, maka Kota Yogya akan mengikuti aturan tersebut. "Berapa jumlah pegawai yang terpapar, belum bisa kami hitung secara pasti. Tapi hampir semua perkantoran juga seperti itu. Dari data yang masuk kan penularan berasal dari kantor dan keluarga. Jadi terpapar dari kantor kemudian menularkan ke keluarga, atau sebaliknya dari keluarga menularkan ke rekan kantornya," urainya.

Kebijakan lain dalam upaya pengendalian kasus ialah meminta kelurahan dan kemantren untuk tidak memberikan izin kegiatan masyarakat yang menimbulkan kerumunan. Hal ini agar masyarakat mampu membawa situasi yang kondusif dalam mendukung kebijakan pengendalian kasus. Tanpa ada dukungan dari masyarakat maka kebijakan tidak akan berjalan optimal.

Di samping itu, Heroe mengaku dalam kurun waktu sepekan ke depan kegiatan vaksinasi akan semakin digencarkan. Polresta dan Kodim Yogya sudah membentuk tim yang akan mengkondisikan para relawan untuk mempercepat vaksinasi. "Kemarin sudah terserap 41.000 vaksin AstraZeneca. Kemudian saat ini kami masih punya 60.000 vaksin Sinovac yang akan digunakan dalam waktu-waktu dekat," imbuhnya.

Terkait kebutuhan kamar untuk isolasi mandiri bagi pasien bergejalan ringan maupun tidak bergejala, sudah diperbanyak. Selain memaksimalkan ruang pertemuan di tiap wilayah, asosiasi perhotelan juga turut dilibatkan dalam penyediaan ruang kamar. Balai diklat milik Kementerian Sosial juga sudah diberbolehkan untuk isolasi mandiri.(Dhi)

Kredit

Bagikan