Bangkitkan Wisata Jogja, Dispar DIY Sosialisasikan Travel Koridor

user
agus 28 Juni 2021, 20:31 WIB
untitled

YOGYA, KRjogja.com - Dinas Pariwisata (Dispar) DIY terus mematangkan paket-paket wisata khusus yang ada dalam travel koridor supaya ekosistem pariwisata tetap bergerak di tengah pandemi Covid-19. Sembari itu, pihaknya sekaligus menggencarkan sosialisasi kepada pelaku industri pariwisata di DIY yang dilibatkan dan diajak berkolaborasi dalam pemasaran paket-paket wisata dalam program travel koridor.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Marlina Handayani mengatakan pihaknya tengah mematangkan program travel koridor berkolaborasi dengan pelaku pariwisata di DIY baik Asita, PHRI, HPI, Organda dan Asosiasi Experiential Learning Indonesia (Aeli). Program ini menariknya memasukkan event dalam paket wisata yang mana bisa menjadi daya tarik atraksi bagi wisatawan.

"Kami sudah menyiapkan 11 paket wisata khusus untuk program travel koridor ini, namun kami update dan revisi kembali seiring perkembangan pandemi Covid-19 terkini. Paket-paket wisata khusus tersebut sekaligus menjadi bahan edukasi pelaku industri pariwisata di DIY yang telah memenuhi protokol kesehatan Clean, Health, Safety and Environment (CHSE) perizinan dan sebagainya sudah memenuhi," tuturnya kepada KR saat ditemui di kantornya, Selasa (28/6).

Marlina menyatakan pihaknya sudah melakukan perjanjian kerjasama (PKS) travel koridor setidaknya dengan 10 provinsi yang tergabung dalam Mitra Praja Utama (MPU) pada 27 Juni 2021 lalu. 10 provinsi yang bergabung dalam MPU tersebut yaitu Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Artinya 10 provinsi MPU ini menyepakati akan melaksanakan program travel koridor domestik juga dengan paket-paket wisata khusus yang telah disusunnya. Seperti DIY menyiapkan 11 paket, Jateng menyiapkan 4 paket dan sebagai, tetapi implementasinya tetap menyesuaikan dengan situasi kondisi lonjakan kasus Covid-19 saat ini" jelasnya.

Lebih lanjut, Marlina menuturkan penerapan travel koridor harus sesuai dengan panduan antara lain mengupayakan paket-paket wisata pada zona hijau, sementara fokus membidik wisatawan lokal atau dalam daerah sendiri dan lain-lain. Untuk itu, pihaknya tengah mensosialisasikan program ini kepada seluruh anggota Asita DIY yang berjumlah sekitar 150-an anggota yang akan menjadi koordinasi paket-paket wisata khusus.

"Kami berpikir panjang mempersiapkan dan mematangkan program travel koridor tersebut. Kami pun tengah mensosialisasikan paket-paket wisata kepada Asita dan sebagainya agar penerapannya sesuai dengan panduan dan protokol kesehatan," tambahnya. (Ira)

Kredit

Bagikan