Digagalkan, Pengiriman Jutaaan Batang Rokok Ilegal  Disamarkan Barang Rosokan

user
Ary B Prass 24 Juni 2021, 17:45 WIB
untitled

SEMARANG, KRJOGJA.com- Bea Cukai Semarang berhasil menggagalkan pengiriman jutaan batang  rokok  ilegal dari Malang tujuan Cikampek di jalan tol Banyumanik Semarang.

Pihak Bea Cukai, Kamis(24/6/2021) selain menyita truk bermuatan  paket rokok ilegal senilai tidak kurang Rp 1,2 miliar yang disamarkan dengan paket barang rosokan, juga mengamankan sopir serta truk tersebut.

Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Semarang, Sucipto  menjelaskan, terungkapnya pengiriman jutaan rokok ilegal yang disamarkan barang rosokan botol maupun besi pada 14 Juni lalu berwal dari informasi intelijen. Inti isi informasi menyebutkan ada truk  berupa Colt diesel warna kuning dari Malang  diduga memuat rokok illegal.

Truk bermasalah itu rencana menuju Cikampek(Jabar) lewat Senarang.

Dari informasi itu tim Bea Cukai Semarang terus bergerak menyusuri jalur umum maupun jalan tol. Upaya ini telah membuahkan hasil. Tim yang menyusuri jalan tol ketika melewati kawasan Banyunanik menjumpai truk yang dicurigai mengangkut rokok ilegal.

Kemudian, truk yang melaju dari arah Selatan dihentikan di rust area. Mula mula awak truk ngotot isi muatan dalam kemasan berupa barang rosokan seperti besi maupun botol plastik bekas.

Memang, ketika bagian atas tumpukan dibongkar berisi barang rosokan. Tetapi, tumpukan bagian bawah ternyata kemasan rokok ilegal yang dicari. Jumlahnya  75 koli rokok berbagai merek yang tidak dilekati pita cukai. Sedang,kemasan barang rosokan  tercatat 14 koli karung.

Dari 75 Koli berisi  1.194.460 batang rokok illegal berbagai merk tanpa dilekati pita cukai senilai  Rp 1.218.349.200 dengan  kerugian negara  mencapai  Rp 800.670.427. Kemudian, sopir seta kernet dan truknya bermuatan rokok ilegal dibawa ke kantor Bea Cukai Semarang  untuk dilakukan pemeriksaan mendalam.

Berdasarkan hasil penyidikan telah ditetapkan dua orang tersangka bernisial  AF dan SRB.  Pengungkapan peredaran rokok ilegal itu masih terus dikembangkan. (Cry)

Credits

Bagikan