Muhammad Rafif dan Bita Saraswati Terpilih Dimas Diajeng Kota Yogyakarta

user
agus 14 Juni 2021, 12:32 WIB
untitled

YOGYA, KRjogja.com - Pemilihan Dimas Diajeng Kota Yogyakarta 2021 sukses digelar daring dan luring, dengan protokol kesehatan Covid-19. Muhammad Rafif dinobatkan sebagai Dimas dan Rr. Bita Saraswati sebagai Diajeng Kota Yogyakarta 2021.

Di awal acara final, ajang pemilihan yang bertajuk Energy of Tourism mengharuskan 30 finalis melalui seksi advokasi dengan mengutarakan ide dan pemikiran berkaitan dengan bidang ilmu yang mereka kuasai.

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti berharap Dimas Diajeng Kota Yogyakarta terpilih dapat menjadi duta pariwisata, sekaligus kesenian, dan kebudayaan bagi Kota Yogyakarta pada khususnya dan DIY pada umumnya.

"Kalian adalah duta pariwisata, seni, budaya untuk Jogja. Sehingga promosinya bukan cuma Jogja tapi juga bisa berpromosi untuk DIY," ujarnya, Sabtu (12/6) di Grand Inna Malioboro Yogyakarta.

Dia berpesan agar pemenang dapat memperkuat bahasa asing sehingga dapat mengaungkan Yogyakarta di kancah Internasional. Selain itu dia juga berpesan agar dapat membawa nama baik Yogyakarta dari segala aspek sebab Dimas Diajeng merupakan representasi dari anak muda Yogyakarta.

"Sandang gelar ini dengan penuh tanggung jawab sebagai insan muda Jogja yang berprestasi bidang pariwisata, seni, budaya dan jauhi narkoba dan pergaulan bebas. Karena membawa nama besar Yogyakarta," ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko mengatakan meski masih dalam masa pandemi Covid-19, pihaknya berupaya terus berkomitmen menyelenggarakan ajang pemilihan Dimas Diajeng yang dilaksanakan 2 tahun sekali.

"Komitmen untuk terus menyelenggarakan Dimas Diajeng walau masih dalam suasana pandemi karena pariwisata kita, Jogja mmbutuhkan energi muda yang bisa mengirimkan sinyal ke luar bahwa pariwisata Jogja sangat siap untuk dikunjungi," jelasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya berupaya terus memastikan seluruh protokol kesehatan Covid-19 dilakukan secara ketat baik pada acara tersebut dan seluruh kegiatan di seluruh kegiatan pariwisata yang dilakukan.

"Terus berupaya mmastikan prokes ada dan dilaksanakn di semua industri jasa pariwisata karena tanpa prokes, pariwisata bisa menjadi momok yang serius terhadap upaya penanganan covid di seluruh Indonesia,'' jelasnya.

Sebelumnya seleksi dimulai sejak 20 Maret 2021 dengan total pendaftar sebanyak 135 pelamar dan lolos seleksi administrasi 115 pelamar. Rangkaian seleksi yang telah diselenggarakan meliputi wawancara online, Forum Group Discussion, Pagelaran Unjuk Bakat, karantina dan diakhiri dengan Grand Final

Hadir sebagai juri-juri yang kompeten dibidangnya, yakni Yetti Martanti, Indria Laksmi Gamayanti, Hangga Fathana, Meika Hazim, Hairullah Gazali, dan Kuswarsantyo. (R-1).

Credits

Bagikan