Persiapan Gelar PTM, Sukoharjo Genjot Vaksinasi untuk Guru

user
danar 11 Juni 2021, 22:10 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Vaksinasi virus Corona dengan sasaran tenaga pendidikan tingkat sekolah menengah pertama (SMP) telah selesai semua. Tahap selanjutnya diprioritaskan tenaga pendidikan tingkat sekolah dasar (SD) menyusul kemudian taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan anak usia dini (PAUD). Program tersebut dilaksanakan untuk memenuhi syarat sesuai kebijakan pemerintah pusat dalam menghadapi pembelajaran tatap muka (PTM) pada tahun ajaran baru 2021/2022 Juli mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Darno, Jumat (11/6/2021) mengatakan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo tengah mempersiapkan PTM pada tahun ajaran baru 2021/2022 Juli mendatang sesuai kebijakan pemerintah pusat. Salah satu syarat yang sedang dilakukan yakni berkaitan dengan vaksinasi virus Corona terhadap sasaran tenaga pendidikan.

Kondisi sekarang masih banyak tenaga pendidikan di Sukoharjo belum menerima vaksinasi virus Corona. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo baru memberikan vaksin virus Corona kepada sejumlah tenaga pendidikan yang sebelumnya ditunjuk menggelar uji coba PTM ditingkat SMP.

Vaksin virus Corona juga telah diberikan kepada tenaga pendidik tingkat sekolah SMA dan SMK. Meski sekolah tersebut merupakan kewenangan Provinsi Jawa Tengah, namun pelaksanaan vaksinasi digelar di Sukoharjo.

Tenaga pendidik tingkat SMP sekarang semuanya telah mendapat vaksin virus Corona. Kondisi tersebut membuat mereka semua siap menggelar PTM sambil menunggu instruksi lanjutan dari Pemkab Sukoharjo.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo sekarang sedang mempersiapkan vaksinasi virus Corona dengan sasaran tenaga pendidik SD, TK dan PAUD. Mereka telah didata semua oleh pihak sekolah masing masing dan dilaporkan ke tingkat kabupaten. Usai didata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo kemudian mengajukan usulan vaksinasi virus Corona dengan sasaran lebih dulu tenaga pendidik SD ke Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK).

Hasil pengajuan dan koordinasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo dengan DKK diketahui tenaga pendidik SD masuk prioritas vaksinasi virus Corona tahap berikutnya. Program serupa juga akan diberikan menyusul pada tenaga pendidik TK dan PAUD.

"Persiapan PTM pada tahun ajaran baru 2021/2022 masih dilakukan. Kami mengajukan vaksinasi virus Corona ke DKK Sukoharjo dengan sasaran tenaga pendidik SD dan menyusul kemudian TK dan PAUD. Mereka sudah didata dan masuk prioritas tahap selanjutnya," ujarnya.

Pelaksanaan vaksinasi virus Corona dengan sasaran tenaga pendidik tersebut diharapkan bisa segera dimulai. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo bahkan memperkirakan program tersebut bisa selesai pada akhir Juni ini.

Persiapan selain vaksinasi virus Corona juga sedang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo khususnya berkaitan dengan pengaturan siswa, jam belajar, hingga teknis antar jemput siswa ke sekolah oleh keluarga menggunakan kendaraan pribadi dan bukan transportasi umum demi mencegah penyebaran virus Corona.

Sekolah juga diminta mempersiapkan sarana dan prasarana sesuai protokol kesehatan untuk menunjang PTM. Bentuknya seperti mengatur jarak meja dan kursi di ruang kelas, wajib memakai masker, menyediakan alat pengukur suhu badan, tempat mencuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir, hand sanitizer dan lainnya.

Terkait hal itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo sudah melakukan monitoring dengan mendatangi sekolah dan meminta laporan dari kepala sekolah. Hasilnya sekolah rata-rata sudah siap semua karena telah menyediakan sarana dan prasarana sesuai protokol kesehatan.

Kepala DKK Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan, sudah ada koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo terkait vaksinasi virus Corona dengan sasaran tenaga pendidik sebagai bagian dari persiapan PTM pada tahun ajaran baru 2021/2022 Juli mendatang. Vaksinasi virus Corona masih direncanakan dan akan dilaksanakan menunggu kesiapan vaksin yang akan dikirim dari pemerintah pusat.

"PTM akan digelar sesuai protokol kesehatan secara ketat. Tidak hanya vaksinasi virus Corona saja diberikan pada tenaga pendidik, namun juga protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak dan lainnya," ujarnya.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani, mengatakan, Pemkab Sukoharjo belum memutuskan akan melaksanakan PTM di semua sekolah pada tahun ajaran baru 2021/2022 mendatang. Sebab pertimbangan berat dilakukan karena belum seluruh tenaga pendidik di semua sekolah sudah menerima vaksin virus Corona. Vaksinasi virus Corona terhadap semua tenaga pendidik menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi sekolah apabila ingin melaksanakan PTM.

Pemkab Sukoharjo memilih menunggu selesainya vaksinasi virus Corona terhadap semua tenaga pendidik lebih dulu. Apabila dipaksakan dikhawatirkan bisa terjadi penyebaran virus Corona di sekolah saat PTM digelar.

Pada kondisi sekarang di Kabupaten Sukoharjo vaksinasi virus Corona baru diberikan kepada tenaga pendidik disejumlah sekolah yang menggelar uji coba PTM beberapa waktu lalu. Sedangkan tenaga pendidik di sekolah lain masih banyak yang belum menerima.

Etik Suryani menegaskan, PTM di sekolah tidak serta merta dilaksanakan jika program vaksinasi virus Corona belum menyasar seluruh tenaga pendidik. Sebab pertimbangan kesehatan dan keselamatan tenaga pendidik, siswa dan orang tua murid menjadi prioritas agar tidak tertular virus Corona.

"PTM di sekolah baru bisa digelar apabila semua tenaga pendidik di sekolah sudah menerima vaksinasi virus Corona. Itu syarat wajib demi keselamatan bersama. Apalagi sekarang masih pandemi virus Corona," ujarnya.

Pemkab Sukoharjo sendiri melaksanakan vaksinasi virus Corona bagi tenaga pendidik tergantung kuota yang diterima daerah dari pemerintah pusat. Kondisi di Kabupaten Sukoharjo sendiri vaksin virus Corona yang diterima masih terbatas dan baru menyasar pada warga lanjut usia (lansia).

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona juga melaksanakan vaksinasi virus Corona dengan sasaran tenaga pendidik, pelayanan publik dan tenaga kesehatan. Mereka masuk skala prioritas dan proses vaksinasi virus Corona masih terus berjalan sampai sekarang.

"Vaksinasi virus Corona dengan sasaran tenaga pendidik memang sudah dilaksanakan namun jumlahnya belum banyak. Sebab vaksinasi virus Corona itu dilakukan menyesuaikan dengan kuota yang diberikan dari pusat," lanjutnya.

Persiapan PTM sekolah pada tahun ajaran baru 2021/2022 dikatakan Etik Suryani juga mempertimbangkan banyak hal tidak hanya vaksinasi virus Corona saja. Sebab sarana dan prasarana sesuai protokol kesehatan perlu dilengkapi. Disisi lain, juga berkaitan dengan surat izin dari orang tua murid. (Mam)

Kredit

Bagikan