Pedagang Pasar Tradisional Tolak Rencana PPN Sembako

user
danar 11 Juni 2021, 06:10 WIB
untitled

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Sejumlah pedagang tradisional di Pasar Wates menolak rencana pemerintah pusat yang akan mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sektor bahan pokok (sembako), menjadi 12 persen.

Iin (60), pedagang sembako terang-terangan menolak rencana PPN tersebut. Menurutnya pandemi Covid-19 saat ini sudah sangat menyengsarakan masyarakat. "Kalau sampai pemerintah pusat merealisasikan rencana PPN tentu beban masyarakat akan semakin berat," katanya di Pasar Wates, Kamis (10/6/2021).

Diungkapkan, selama pandemi, terutama pascalebaran 2021, volume penjualan di Pasar Wates sangat rendah. Prosentase jual beli barang belum mencapai 100 persen. "Kami kesulitan menjual sembako. Bahkan tidak sedikit pedagang terpaksa gulung tikar. Kamis sangat keberatan terhadap wacana PPN untuk sembako," tegasnya.

Pemerintah ungkap Iin memang telah menyalurkan sejumlah paket bantuan kepada pelaku UMKM selama pandemi Covid-19. Tapi tidak semua pelaku UMKM tersentuh bantuan. Masih banyak yang tidak menerima bantuan dan harus bertahan.

"Tidak semua pelaku UMKM merasakan bantuan dari pemerintah. Sehingga kami keberatan dan menolak rencana kenaikan PPN," ujarnya berharap aturan negara jangan memberatkan rakyat kecil.

Hal senada disampaikan pedagang beras di Pasar Wates, Sri Nahati (60). Dirinya menolak rencana pengenakan PPN termasuk untuk sembako. "Penjualan beras akhir-akhir ini sepi. Hari ini saja baru laku dua kuintal. Tingkat penjualan di Pasar Wates masih lesu," ungkapnya.(Rul)

Credits

Bagikan