Status Covid Tingkat Desa dan Kelurahan di Sukoharjo Didominasi Zona Hijau

user
agus 02 Juni 2021, 14:45 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRjogja.com - Satu desa di Kabupaten Sukoharjo berstatus zona merah atau risiko penularan virus Corona tinggi, sedangkan zona oranye atau sedang ada 49 desa dan kelurahan dan zona kuning atau rendah ada 20 desa dan kelurahan dan zona hijau atau tidak ada kasus 87 desa dan kelurahan. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mencatat dari total 167 desa dan kelurahan diketahui kondisi di Kabupaten Sukoharjo sekarang didominasi zona hijau.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Rabu (2/6) mengatakan, di Kabupaten Sukoharjo ada total 167 desa dan kelurahan tersebar di 12 kecamatan. Rinciannya ada 150 desa dan 17 kecamatan. Dari data tersebut diketahui perkembangan kasus penyebaran virus Corona hingga sekarang masih ada satu desa berstatus zona merah atau risiko tinggi yakni Desa Cabeyan, Kecamatan Bendosari. Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari petugas mengingat penanganan harus dipercepat. Hal itu dilakukan agar terjadi penurunan status sekaligus tidak ada penambahan kasus positif virus Corona di desa tersebut.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo sudah melakukan gerak cepat dengan menangani kasus virus Corona di Desa Cabeyan, Kecamatan Bendosari. Penanganan serupa juga dilakukan di desa dan kelurahan dengan status zona oranye dan zona kuning.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo diketahui untuk desa zona merah diketahui ada satu desa atau 0,60 persen, zona oranye 49 desa dan kelurahan atau 29,34 persen, zona kuning 20 desa dan kelurahan atau 11,98 persen dan zona hijau 87 desa dan kelurahan atau 52,10 persen.

"Kondisi per desa dan kelurahan sekarang didominasi zona hijau sebesar 52,10 persen dan masih ada satu desa zona merah atau 0,60 persen. Percepatan penanganan sudah dilakukan petugas dan diharapkan angka zona hijau meningkat," ujarnya.

Dominasi zona hijau ditingkat desa dan kelurahan membuat lega Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo. Sebab kondisi tersebut akan menjadi pemacu zona hijau tingkat kabupaten secepatnya.

Status tingkat Kabupaten Sukoharjo sekarang masih zona oranye atau tingkat risiko penyebaran virus Corona sedang. Kondisi tersebut sudah berlangsung lama sejak beberapa bulan terakhir. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo terus berusaha meningkatkan status secepatnya menjadi zona hijau.

Yunia mengatakan, untuk zona oranye ditingkat desa seperti di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari dan lainnya. Angka kasus positif virus Corona di masing masing desa tersebut berbeda dan sudah ditangani petugas.

"Pemkab Sukoharjo sudah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro dan memiliki peran penting pencegahan penyebaran virus Corona ditingkat desa dan kelurahan," lanjutnya.

Mekanisme koordinasi, pengawasan dan evaluasi PPKM Mikro dilakukan dengan membentuk posko tingkat desa dan kelurahan dan Jogo Tonggo ditingkat RT/RW. Untuk supervisi dan pelaporan posko tingkat desa dan kelurahan dibentuk posko tingkat kecamatan.

PPKM Berbasis Mikro dikeluarkan sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus corona dengan melibatkan sampai lapisan paling bawah yakni RT dan RW. Dalam SE PPKM dijelaskan, ada beberapa point yang dijabarkan dalam masing masing penjelaskan.

Pertama, berkaitan dengan kriteria zona pengendalian wilayah tingkat RT berisi penjelasan mengenai empat zona, pertama zona hijau dengan kriteria ada kasus virus corona di satu RT maka skenario pengendalian dilakukan dengan surveilans aktif seluruh suspek di tes dan pemantauan kasus tetap dilakukan secara rutin dan berkala, zona kuning dengan kriteria jika terdapat satu sampai lima rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama tujuh hari terakhir, maka scenario pengendalian dalam menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat lalu melakukan isolasi mandiri untuk pasien positif dan kontak erat dengan pengawasan ketat.

Zona, oranye dengan kriteria jika terdapat enam sampai sepuluh rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama tujuh hari terakhir maka scenario pengendalian adalah menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat lalu melakukan isolasi mandiri untuk pasien positif dan kontak erat dengan pengawasan ketat serta menutup rumah ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial, zona merah dengan kriteria jika terdapat lebih dari sepuluh rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama tujuh hari terakhir maka scenario pengendalian dalam pemberlakukan PPKM ditingkat RT.

Point kedua dalam SE tersebut dijelaskan, PPKM mikro dilakukan melalui koordinasi antara seluruh unsur yang terlibat mulai dari ketua RT/RW, pembina keamanan dan ketertiban masyarakat, satuan polisi pamong praja, tim penggerak PKK, pos pelayanan keluarga dan lainnya. Point ketiga mekanisme koordinasi pengawasan dan evaluasi PPKM mikro dilakukan dengan membentuk posko ditingkat desa dan kelurahan dan Jogo Tonggo ditingkat RT/RW.

“Point keempat terkait posko tersebut memiliki fungsi, pencegahan, penanganan, pembinaan dan pendukung pelaksanaan penanganan kasus virus corona ditingkat desa dan kelurahan,” lanjutnya. (Mam)

Credits

Bagikan