Dukuh Salakan Ingin Kasus Takjil Beracun Dituntaskan

user
tomi 28 April 2021, 12:43 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Kasus takjil beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10), warga Dusun Salakan Kalurahan Bangunharjo Kapanewon Sewon Bantul menyisakan duka mendalam tidak saja bagi keluarga besarnya. Tetapi juga SD Muhammadiyah Karangkajen 4, tempat korban menuntut ilmu. Keluarga sangat terpukul dengan peristiwa tersebut, namun orangtua korban Bandiman dan istrinya, Ny Titik Rini berusaha tegar. Sementara dari jajaran Muspika Kapanewon Sewon juga bertakziah, diantaranya Penewu Sewon, Drs Danang Erwanto MSi, Panewu Anom atau Sekcam Sewon, Hartini SIP MM.

Bandiman, Rabu (28/4) mengungkapkan, peristiwa yang begitu mendadak sempat membuat keluarganya terpukul. Namun karena semua sudah terjadi, kini berusaha untuk ikhlas, meski terasa sangat berat. Lelaki yang kesehariannya bekerja sebagai ojek online tersebut mengungkapkan, jika putranya sangat rajin ngaji. Bahkan sore sebelum musibah terjadi putranya ikut pengajian sore menyambut datangnya buka puasa.

Bandiman menjelaskan, sore itu putranya pulang dari pengajian sore. "Begitu tahu di rumah ada sate lontong, anak saya langsung minta disuapi ibunya, minta bumbu dicampur lontong. Tetapi tidak tahunya makanan itu mengandung racun," ujarnya lirih. Bahkan setelah peristiwa tersebut, keluarga besar SD Muhammadiyah Karangkajen 4 datang ke rumah duka menyampaikan bela sungkawa.

Kapolsek Sewon Polres Bantul, Polda DIY, Kompol Suyanto SH disampingi Kanit Reskrim Polsek Sewon, AKP Sigit Teja Sukmana SIP MIP, menjelaskan, dalam kasus tersebut sudah tiga orang menjalani pemeriksaan, yakni K kakak korban serta kedua orangtuanya. "Sudah kami periksa dari orangtua dan anak pertama," ujar Suyanto.

Dukuh Salakan Kalurahan Bangunharjo Kapanewon Sewon, Ilham Gandha Irawan menjelaskan, korban memang sangat rajin mengaji. Oleh karena itu, sebagai orang yang dituakan di Salakan , Ilham Gandha Irawan minta kasus tersebut diusut tuntas. "Kasus ini harus diuntaskan, harus diungkap agar masyarakat tahu apa latar belakang peristiwa ini," ujarnya usai mendampingi jajaran Muspika Sewon ke rumah duka.

Sebagaimana diketahui, peristiwa terjadi Minggu lalu ketika Bandiman dimintai tolong seorang perempuan agar mengantarkan paket takjil ke orang bernama Tomi di Perumahan Villa Bukit Asri, Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan, dengan pengirim Hamid Pakualaman. Karena tidak merasa pesan dan Tomi diluar kota. Akhirnya oleh istri Tomi agar paket takjil dikasihkan kepada Bandiman. Namun setelah disantap ketika buka puasa takjil tersebut mengandung racun. (Roy)

Kredit

Bagikan