Gugus Tugas Waspadai Perubahan Status Jelang Mudik Lebaran

user
tomi 22 April 2021, 13:09 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Status Kabupaten Sukoharjo sudah dua bulan lebih masuk zona oranye atau tingkat risiko penularan virus Corona sedang. Status tersebut tidak lepas dari tingginya kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo berharap tidak terjadi ledakan kasus mengingat sekarang sedang dilaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah dan menjelang Lebaran membuat rawan kedatangan pemudik.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Kamis (22/4) mengatakan, status Kabupaten Sukoharjo sudah dua bulan lebih masuk zona oranye atau tingkat risiko penularan virus Corona sedang. Status hingga awal April ini sangat melegakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo. Sebab berbagai usaha keras dilakukan petugas gabungan sudah menunjukan hasil.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo berharap hasil yang dicapai masih bisa mengalami kemajuan. Kedepan status Kabupaten Sukoharjo diharapkan bisa segera hijau dan kehidupan masyarakat kembali normal.

Status Kabupaten Sukoharjo zona oranye tidak lepas dari tingginya partisipasi dan kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Disisi lain juga didukung kerja keras petugas gabungan dengan memberikan sosialisasi turun langsung ke masyarakat memberikan edukasi penerapan protokol kesehatan.

"Status Kabupaten Sukoharjo masih terus zona oranye. Ini baik berkat tingginya kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Kedepan akan terus ditingkatkan dengan harapan status bisa segera zona hijau," ujarnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo dikatakan Yunia tidak akan terlena dan terus berusaha keras. Sebab dalam dua bulan kedepan menjadi kunci utama perubahan status apakah naik menjadi zona merah atau risiko penularan virus Corona tinggi atau stabil zona oranye atau berhasil zona hijau.

Perubahan status pada April hingga Mei mendatang dijelaskan Yunia karena posisi sekarang di Sukoharjo dilaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah tahap kedua. Selain itu juga sekarang sudah masuk puasa Ramadan dan Lebaran pada Mei mendatang.

Pemantauan ketat sudah dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo terhadap dua kegiatan tersebut. Salah satunya dengan pengecekan langsung ke sekolah tempat pelaksanaan uji coba PTM. Evaluasi juga masih dilakukan petugas terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah sebagai bahan pertimbangan apakah nanti dilanjutkan atau tidak. Termasuk diantaranya mengevaluasi ada tidaknya temuan penyebaran virus Corona di Sekolah.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo juga melakukan pemantauan ketat terhadap kerawanan kedatangan pemudik pada momen Lebaran mendatang. Sebab para pemudik tersebut dikhawatirkan bisa menjadi sumber penyebaran virus Corona. Hal tersebut seperti terjadi pada Lebaran tahun 2020 lalu dimana banyak ditemukan pemudik positif virus Corona.

"April dan Mei atau hingga Lebaran nanti akan terus kami pantau karena bisa saja terjadi perubahan status zona. Salah satunya disebabkan karena adanya aktivitas pemudik masuk ke Sukoharjo," lanjutnya. (Mam)

Credits

Bagikan