Dilonggarkan, Wonogiri Ijinkan Warga Gelar Hajatan

user
danar 14 April 2021, 10:50 WIB
untitled

WONOGIRI, KRJOGJA.com - Pedagang kaki lima (PKL) alun-alun Wonogiri maupun pengelola Obwis Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri bisa bernafas lega. Pasalnya Pemerintah Kabupaten setempat memberi kelonggaran terhadap kegiatan perekonomian dan sosial masyarakat termasuk warga yang menggelar hajatan. Obyek wisata di kabupaten itu boleh dibuka dengan protokol kesehatan ketat.

Kebijakan kelonggaran tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Wonogiri No. 443.2/825 tentang Pemberlakuan Pelonggaran Kegiatan Perekonomian Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Kabupaten Wonogiri per 12 April 2021.

Dalam SE itu disebutkan, kegiatan usaha pariwisata diizinkan dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Memperhatikan daya tampung tempat wisata maksimal 50 persen, baik obyek wisata indoor maupun outdoor.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo yang ditemui wartawan di kantor Setda, Selasa (13/4/2021), mengatakan, kebijakan kelonggaran berawal dari sebuah pemikiran bahwa pandemi Covid-19 sudah berlangsung satu tahun lebih. Waktu satu tahun itu merupakan ruang edukasi yang strategis bagi masyarakat.

Dikatakan salah satu upaya pemulihan sektor ekonomi pihaknya kini membuka obyek wisata dan memperbolehkan pedagang kaki lima (PKL) berjualan di Alun-Alun Wonogiri. Di dua sektor tersebut kapasitas pengunjung wisata dan PKL di alun-alun, maksimal 50 persen.

Di sektor sosial dan budaya, katanya, Pemkab maupun Satgas Covid 19 memperbolehkan ijin hajatan asal dengan protokol kesehatan ketat pula. Tamu undangan tidak duduk di lokasi, karena jamuan makan dan minum dikemas untuk dibawa pulang ke rumah.

"Tidak ada interaksi antara sinoman dengan tamu undangan. Campursari lengkap belum boleh, hanya organ tunggal saja. Nyawer juga tidak boleh. Intinya kapasitas dan pengawasan dilonggarkan tapi aspek teknis penanganan Covid-19 diselenggarakan secara ketat dan disiplin protokol kesehatan," kata Bupati Wonogiri.(Dsh)

Kredit

Bagikan