Permintaan Melonjak, Harga Daging dan Telur Ayam Meroket

user
tomi 08 April 2021, 20:37 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Fluktuasi harga terus dialami beberapa komoditi bahan pokok pangan antara lain daging ayam, telur ayam ras hingga cabai di DIY jelang bulan puasa atau pekan kedua April 2021. Kenaikan harga beberapa komoditas bahan pangan secara umum dipicu permintaan konsumen, khususnya daging ayam dan telur ayam seiring pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) di DIY awal April 2021 ini.

"Harga daging ayam dan telur ayam naik disebabkan permintaan masyarakat sebagai persiapan kebutuhan jelang ramadan serta bebarengan dengan turun PKH mewajibkan para penerimanya untuk membeli telur ayam dan daging ayam," tandas Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yanto Apriyanto di Yogyakarta, Kamis (8/4).

Yanto mengatakan kenaikan harga dialami daging ayam broiler dari Rp 37.300 menjadi Rp 38.300/kg yang melebihi Harga eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 35 ribu/Kg, daging ayam kampung dari Rp73.300 menjadi Rp 75 ribu/kg dan telur ayam ras dari Rp 22.700 menjadi Rp 23.700/kg. Sedangkan komoditas lainya yang mengalami tekanan harga terjadi pada cabai.

"Harga cabai rawit merah turun drastis dari Rp 67 ribu menjadi Rp 67 ribu/kg, cabai merah besar dari Rp 55.300 menjadi Rp 53 ribu/kg dan cabai merah keriting dari Rp 44.300 menjadi Rp 43.300/Kg," tambahnya.

Sementara itu, Yanto menuturkan secara umum komoditi bahan pokok pangan lainnya baik di pasar tradisional maupun modern se-DIY dari hasil pantauan perkembangan harga relatif stabil alias jarang berfluktuasi. Komoditi bahan pokok pangan yang harganya relatif stabil terjadi pada beras, gula pasir, minyak goreng, daging sapi, bawang putih serta bawang merah.

"Kami juga menjual di bawah harga pasar dalam operasi pasar murah seperti minyak goreng Rp 22.500 per liter, bawang putih Rp 26 ribu/Kg, Bawang merah Rp 24 ribu/Kg dan sebagainya. Masyarakat sangat antusias terutama untuk komoditas gula pasir dan minyak goreng, telur ayam ras dan tepung terigu dalam operasi pasar murah yang digelar pertama di Gunungkidul dan selanjutnya di Bantul," tuturnya. (Ira)

Credits

Bagikan