Bukit Longsor, Penambang Batu Tewas Terkubur

user
tomi 08 April 2021, 16:08 WIB
untitled

WONOSARI, KRJOGJA.com - Seorang penambang batu manual Surawan (27) warga Padukuhan Sladi, Kalurahan Umbulrejo, Kapanewon Ponjong, Gunungkidul tewas dan terkubur hidup-hidup akibat tebing yang ditambangnya runtuh di lahan pekarangannya sendiri Kamis (08/04/2021).

Proses evakuasi memakan waktu cukup lama lantaran material dan longsoran tebing cukup banyak mencapai puluhan meter kubik dengan ketinggian tiga meter memanjang.

"Proses evakuasi masih terus dilakukan dengan melibatkan warga dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tim SAR , TNI/Polri dan relawan," kata Kasi Humas Polsek Ponjong, Aipda Jayadi Kamis (08/04/2021) siang.

Informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian, pagi itu korban Surawan melakukan aktivitas penambangan di lahan miliknya sendiri. Selain mencari batu korban bermaksud untuk meratakan lahan karena akan didirikan sebuah rumah. Saat aktivitas penambangan dilakukan, tanpa disadari batu besar diatas yang berada diatas tebing runtuh dan longsoran material tersebut menimpa tubuhnya yang saat itu tepat berada di bawah tebing.

Saat kejadian korban masih bisa berteriak meminta tolong dan warga setempat yang mengetahui kejadian itu kemudian berusaha mengevakuasi korban dengan alat seadanya. “Beberapa saat sebelum tubuhnya berhasil dievakuasi korban sudah tidak merespon dan diketahui meninggal di lokasi kejadian,” imbuhnya.

Dari keterangan warga setempat, sebelum tebing tersebut longsor sudah dilakukan penambangan dan bukit yang dikenal warga sebagai cempluk itu sudah menyerupai goa lantaran sering digunakan untuk aktivitas penambangan konvensional.

Longsornya bukit tersebut diduga karena sebelumnya diguyur hujan deras. Karena terjadi getaran saat dilakukan penambangan menyebabkan bukit tersebut longsor dan menimpa korban hingga tewas di lokasi kejadian. (Bmp)

Credits

Bagikan