ASPD Diminta Jadi Tolok Ukur Pembelajaran Daring Sekolah

user
danar 08 April 2021, 10:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta terus melakukan pemantauan pelaksanaan Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) pada hari ketiga ASPD, di sejumlah sekolah baik negeri maupun swasta, Rabu (7/4/2021). Forpi menilai pelaksanaan ASPD bisa menjadi tolok ukur penyelenggaraan sekolah tatap muka untuk kedepan.

Anggota Forpi Kota Yogyakarta, Baharuddin Kamba menilai pelaksanaan ASPD di sekolah-sekolah negeri maupun swasta Kota Yogyakarta secara keseluruhan berjalan dengan baik. Dari sisi protokol kesehatan, Kamba menilai seluruh sekolah sudah menjalankan dengan sangat baik sebagai upaya pencegahan penularan Virus Corona.

“Hari ini kami memantau di SMP Muhammadiyah 2 dan SMP Bopkri 1. Dua sekolah ini menerapkan protokol kesehatan yang sangat baik. Dua hari lalu di sekolah-sekolah negeri juga demikian,” ungkap Kamba pada wartawan.

Pihak sekolah menurut Kamba berupaya menjaga kualitas ujian sekaligus menjaga keamanan dari segi protokol kesehatan. Forpi melihat sekolah-sekolah sudah siap menerapkan sistem pembelajaran tatap muka.

“Di SMP Muhammadiyah 2, sekolah menyediakan minuman kemasan kotak dan buah-buahan yang dibagikan saat para siswa hendak pulang dan dijemput oleh orangtua. Sistemnya terkoordinasi karena menggunakan handy talky (HT) di ruangan kelas. Begitu juga di Bopkri 1 di mana para siswa menggunakan komputer yang sama sepanjang ujian. Menurut kami, sekolah-sekolah yang dipantau sudah semakin siap menerapkan tatap muka kedepan, tentu dengan berbagai syarat,” tandas Kamba.

Penerapan pembelajaran tatap muka menurut Kamba sudah sangat dinantikan siswa dan para orangtua. Forpi berharap pemerintah menjadikan keberhasilan ASPD sebagai tolok ukur persiapan pembelajaran luring.

“Sistemnya bisa diatur untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Tentu kita tidak ingin terjadi penularan namun di sisi lain juga memperhatikan kualitas belajar anak juga para orangtua. Kami melihat ASPD bisa menjadi tolok ukur,” tandas dia. (Fxh)

Credits

Bagikan