Akumulasi Kasus Positif Virus Corona Aktif di Sukoharjo Tersebar di 12 Kecamatan

user
danar 06 April 2021, 02:10 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Angka kesembuhan kasus positif virus Corona tertinggi berada di Kecamatan Baki sebesar 93,4 persen dan meninggal dunia di tertinggi di Kecamatan Nguter 10,7 persen. Akumulasi kasus positif virus Corona sekarang mencapai 5.285 kasus tersebar di 12 kecamatan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Senin (5/4/2021) malam mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mencatat perkembangan data angka kesembuhan kasus positif virus Corona tertinggi berada di Kecamatan Baki sebesar 93,4 persen, disusul kemudian Kecamatan Grogol 92,5 persen, Kecamatan Mojolaban 91,1 persen dan Kecamatan Gatak 88,9 persen. Sedangkan angka kasus meninggal dunia tertinggi di Kecamatan Nguter 10,7 persen, Kecamatan Weru 10,4 persen, Kecamatan Polokarto 10 persen dan Kecamatan Bendosari 8,8 persen.

Data di masing masing kecamatan tersebut merupakan tertinggi selama beberapa hari terakhir. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo masih terus melakukan penanganan kasus positif virus Corona di 12 kecamatan salah satunya melalui program vaksinasi virus Corona.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mencatat akumulasi kasus positif virus Corona sekarang mencapai 5.285 kasus. Rinciannya, 87 kasus isolasi mandiri, 4 kasus isolasi terpusat, 152 kasus rawat inap, 4.678 kasus sembuh dan selesai isolasi mandiri dan 364 kasus meninggal dunia.

Perkembangan data tersebut diketahui ada 243 kasus positif virus Corona aktif tersebar di 12 kecamatan. Sebaran kasus positif virus Corona terbanyak berada di Kecamatan Kartasura sebanyak 56 kasus, Kecamatan Sukoharjo 36 kasus, Kecamatan Tawangsari 25 kasus, Kecamatan Bulu 22 kasus dan Kecamatan Polokarto 20 kasus.

"Pandemi virus Corona masih terjadi di Kabupaten Sukoharjo dan terus dilakukan penanganan. Sudah ada perkembangan baik dimana status zona oranye atau tingkat risiko penularan virus Corona sedang masih berlanjut. Kedepan diharapkan kasus terus turun dan zona segera hijau," ujarnya.

Secara akumulasi kasus positif virus Corona di 12 kecamatan terbanyak di Kecamatan Kartasura dengan 904 kasus, kemudian disusul Kecamatan Baki 743 kasus, Kecamatan Grogol 745 kasus, dan Kecamatan Mojolaban 694 kasus. Semua kasus disetiap kecamatan telah mendapatkan penanganan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo bersiap memperketat kembali pengawasan hingga tingkat RT/RW khususnya terhadap pendatang. Sebab kejadian kenaikan kasus virus Corona pada Lebaran tahun lalu akibat banyaknya pemudik datang menjadi pelajaran berharga dan tidak akan memberi kelonggaran lagi. Status Kabupaten Sukoharjo sekarang masih zona oranye atau tingkat risiko penularan virus corona sedang dan tidak ingin kembali naik menjadi zona merah atau tingkat risiko tinggi.

Yunia Wahdiyati mengatakan, sudah ada aturan tegas berupa kebijakan dari pemerintah pusat terkait larangan mudik Lebaran. Kebijakan tersebut sekarang sedang disosialisasikan kesemua pihak termasuk melibatkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mendasari kebijakan dari pemerintah pusat tersebut terkait larangan mudik Lebaran sebagai usaha pencegahan penyebaran virus Corona. Petugas akan melakukan pengawasan ketat hingga tingkat RT/RW dengan sasaran khusus pendatang atau pemudik di lingkungan tersebut.

"Sudah ada pelajaran berharga tahun lalu saat musim mudik Lebaran. Saat itu sudah ada larangan dari pemerintah pusat dan ternyata banyak yang nekat dengan memaksakan diri mudik ke Sukoharjo. Akibatnya terjadi lonjakan kasus positif virus Corona. Untuk tahun ini jangan sampai terulang lagi dan semakin diperketat pengawasan hingga RT/RW," lanjutnya.

Yunia menegaskan, pengetatan pengawasan sebenarnya sudah diberlakukan di semua wilayah di Kabupaten Sukoharjo. Namun khusus menghadapi musim mudik Lebaran akan semakin diperketat lagi dengan melibatkan petugas gabungan. Kegiatan diawali dengan penyekatan di perbatasan dengan sasaran kendaraan pemudik dari luar daerah.

Sosialisasi juga dilakukan dengan melibatkan pengurus RT/RW dengan menginformasikan kebijakan pemerintah pusat terkait larangan mudik. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo meminta agar pengurus RT/RW meneruskan informasi tersebut ke masing masing warga agar tidak memaksakan diri mudik saat Lebaran nanti.

"Warga yang memiliki anggota keluarga di perantauan agar tidak memaksakan diri mudik Lebaran karena rawan terjadi penyebaran virus Corona. Petugas dari tim gabungan nanti akan memperketat semua pintu masuk di perbatasan Sukoharjo," lanjutnya.

Yunia menambahkan, mengaca dari pengalaman tahun lalu masih banyak ditemukan pemudik masuk wilayah Sukoharjo melalui berbagai jalur. Meski sudah diawasi ketat petugas namun pemudik tetap berhasil masuk dan sampai di rumah kampung halaman melalui jalur tikus.

"Jalur tikus ini memang banyak dan dimanfaatkan pemudik. Kami minta kesadaran pemudik agar tidak memaksakan diri. Kalaupun nanti nekat mudik dan masuk wilayah Kabupaten Sukoharjo maka wajib melapor ke petugas dan akan dilakukan penanganan secepatnya salah satunya isolasi mandiri," lanjutnya. (Mam)

Credits

Bagikan