Bank BPD DIY Optimalkan Beragam Skema Penyaluran Kredit

user
agus 04 April 2021, 19:52 WIB
untitled

YOGYA, KRjogja.com - PT Bank BPD DIY senantiasa berupaya mengoptimalkan penyaluran penempatan Uang Negara sebesar Rp 1 triliun dalam rangka mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021. Upaya tersebut merupakan wujud keseriusan Bank BPD DIY dalam rangka mendukung PEN baik di DIY maupun secara nasional.

Direktur Utama PT Bank BPD DIY Santoso Rohmad mengatakan upaya tersebut sejalan dengan komitmen Bank BPD DIY yang selalu hadir membantu pemulihan dan penguatan perekonomian daerah di masa pandemi Covid-19. Sebagai wujud implementasi program PEN tersebut, pihaknya berupaya mengenjot pelaksanaan program restrukturisasi kredit dan berbagai stimulus lainnya bagi debitur terdampak pandemi Covid-19.

"Kita harus mengembalikan penempatan Uang Negara sebesar Rp 1 triliun tahap kedua tersebut pada Agustus 2021 mendatang. Alokasi dana PEN tahap pertama sudah berhasil kami kembalikan pada Februari 2021 lalu, kemudian kami dipercayakan penempatan Uang Negara lagi diperpanjang hingga Agustus 2021 dan mudah-mudahan bisa diperpanjang," katanya di Yogyakarta, Minggu (4/4).

Santoso menegaskan pihaknya senantiasa mendukung dan ikut serta dalam upaya pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi. Pihaknya pun optimis pelaksanaan percepatan program vaksinasi Covid-19 tahap kedua saat ini terbukti membawa semangat baru yang membuat pelaku UMKM dan masyarakat DIY semakin bertambah kepercayaan dirinya masing-masing.

"Menambah rasa percaya diri itu menambah imun, menambah imun berarti menambah semangat mereka untuk terus berusaha. Kami juga terus berusaha menjaga progres penyaluran dana PEN tersebut dengan menjaga pertumbuhan penyaluran kredit yang disalurkan Bank BPD DIY antara 5 sampai 6 persen ," tandasnya.

Bank BPD DIY menyampaikan sasaran atau target penyaluran alokasi PEN 2021 tersebut tetap difokuskan bagi pengembangan UMKM di DIY serta berjaga-jaga untuk pembiayaan sektor konstruksi antara lain persiapan pembangunan jalan tol dan sebagainya. Namun, pihaknya tidak terlalu berharap disitu karena hanya sebagai penyeimbang sehingga tetap fokus penyaluran kredit kepada segmen UMKM.

"Infrastruktur kita di seluruh kecamatan yang ada di DIY sudah disiapkan untuk tumbuh. Sebab perekonomian di DIY yang mendukung justru UMKM yang berada di pelosok-pelosok tersebut seperti kuliner, wisata dan lain-lain," tandas Santoso.

Pihaknya juga menawarkan skema kredit murah seperti Kredit Pemberdayaan Ekonomi Daerah (PEDE) dengan bunga 3 persen yang akan terus ditambah, kemudian Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) yang berbunga murah termasuk konstruksinya dengan target di Gunungkidul dan Bantul. Upaya optimalisasi peningkatan penyaluran kredit dengan berbagai skema tersebut diharapkan dapat membantu pertumbuhan ekonomi. (Ira)

Credits

Bagikan