Muncul Klaster Baru, Bukti Masyarakat Abaikan Prokes

user
danar 04 April 2021, 10:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Adanya klaster baru Covid-19 menjadi salah satu indikator penegakkan protokol kesehatan belum bisa dilakukan secara optimal. Hal itu terjadi karena masyarakat mulai abai dalam Prokes. Padahal idealnya meski jumlah kasus mulai menurun dan vaksinasi terus digencarkan, penegakkan Prokes (5M) harus terus dilaksanakan karena hanya dengan cara tersebut penularan kasus bisa ditekan.

"Saat penambahan kasus positif mulai turun, kondisi itu justru menjadikan masyarakat cenderung mengabaikan protokol kesehatan yang 5 M. Hal itu terjadi kemungkinan karena masyarakat mulai capek juga dengan pandemi dan kurangnya penekanan untuk tetap waspada. Tentunya kondisi ini tidak boleh dibiarkan, tapi harus menjadi perhatian bersama," kata Epidemiolog UGM, Bayu Satria Wiratama, Sabtu (3/4/2021).

Menyikapi perilaku masyarakat yang mulai abai dalam penegakkan Prokes yang harus dilakukan pemerintah baik pusat maupun daerah adalah tetap perlu memkampanye edukasi 5M. Terutama di tempat umum dan melalui Satgas sampai ke level desa seperti RT/RW dengan melibatkan banyak pihak seperti mahasiswa kesehatan, relawan. Tentunya semua itu juga perlu diimbangi dengan pengawasan melalui satgas level desa/RT/RW terkait acara yang mengundang keramaian.

"Pencegahan penularan Covid-19 harus dilakukan bersama-sama, jadi tidak hanya Satgas. Kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan menjadi hal yang penting. Jadi butuh kesadaran masyarakat untuk benar-benar menerapkan protokol kesehatan," ungkap Bayu.

Sedangkan Juru Bicara (Jubir) Pemda DIY untuk penanganan virus Korona, Berty Murtiningsih, mengatakan kasus terkonfirmasi Covid-19 harian di DIY mengalami penambahan 118 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi tembus diangka 34.020 kasus pada Sabtu (3/4/2021). Kasus sembuh di DIY bertambah sebanyak 231 kasus maka total sembuh tembus mencapai 28.182 kasus. Sedangkan kasus meninggal mengalami penambahan 7 kasus, dengan demikian total kasus meninggal di DIY mencapai 824 kasus dari hasil verifikasi data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten/Kota.

"Kenaikan kasus terkonfirmasi harian di DIY ini sebanyak 82 kasus dari hasil tracing kontak kasus positif, 22 kasus periksa mandiri, 10 kasus belum ada informasi riwayat penularan, 2 kasus skrining pasien dan satu kasus skrining karyawan kesehatan," ujarnya.

Berty menegaskan penambahan kasus terkonfirmasi positif harian masih mengalami fluktuatif berdasarkan laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten/Kota dan Rumah Sakit (RS) Rujukan Covid-19 di DIY. Sehingga masyarakat DIY tetap diminta disiplin melakukan protokol kesehatan 5 M dengan baik.

"Jumlah sampel diperiksa sebanyak 726 sampel dari 714 orang di DIY. Case recovery rate (CRR) atau tingkat kesembuhan sebanyak 82,84 persen dan Case Fatality Rate (CFR) atau tingkat fatalitas kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 2,42 persen di DIY," jelasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DIY ini menegaskan jumlah ketersediaan Tempat Tidur (TT) di 27 Rumah Sakit (RS) Rujukan Covid-19 di DIY sudah ditambahkan mencapai 1.101 bed saat ini. Tingkat keterisian bed RS Rujukan Covid-19 mencapai 39,42 persen.(Ria/Ira)

Credits

Bagikan