Menpar Sandiaga Uno Baca Pantun Saat Kunjungi Borobudur

user
agus 03 April 2021, 08:45 WIB
untitled

MAGELANG, KRJogja.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahudin Uno melakukan kunjungan ke beberapa lokasi di wilayah Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang, Jumat (2/4/2021). Bahkan hingga Jumat sore Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga masih melakukan kunjungan ke Pondok Tingal Borobudur untuk menyaksikan beberapa kegiatan.

Saat berada di Kriya Kayu "Rik Rok" Borobudur, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Sinoeng Nugroho Rahmadi secara bergantian membaca pantun, salah satunya "Makan Kentang Jangan Dicampur Bubur, Kalau Ke Magelang jangan lupa Mampir Ke Borobudur". Dalam kunjungan ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga didampingi Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita maupun lainnya.

Saat melakukan kunjungan ke salah satu usaha penghasil kriya kayu "Rik Rok" Borobudur, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga sempat mencoba membuat pensil kayu, yang juga dikenal dengan pensil gaul. Didampingi pemilik Kriya Kayu "Rik Rok" Purwanto atau Ipung, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga sempat menyampaikan proses produksi beberapa bahan untuk dibuat suatu kerajinan maupun menyaksikan beberapa tanaman.

Kepada wartawan di sela-sela kunjungannya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif diantaranya mengatakan sedang didorong program untuk menggantikan kehadiran fisik di kampung halaman dengan mengirim produk-produk ekonomi kreatif. Meskipun ada peniadaan mudik lebaran tahun ini, tetapi destinasi-destinasi wisata, seperti Kriya Kayu "Rik Rok" Borobudur, justru diharapkan memperoleh peluang. "Jadi sebagai gantinya kehadiran kita bertemu dengan handai taulan, kita mengirimkan tanda mata dari produk-produk ekonomi kreatif," katanya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kratif juga mengatakan dirinya melihat ada beberapa kovergensi dari ekonomi kreatif, yaitu produk-produk yang dapat dikategorikan kriya dan juga produk ramah lingkungan karena ini mengolah limbah serta memiliki kemampuan meningkatan nilai tambah.

Dikatakan, pihaknya bersama Direktur Utama BOB memperoleh tugas membangun suatu destinasi super prioritas Borobudur. "Tetapi kita tidak dapat menghadirkan suatu destinasi yang berkualitas, kalau warga juga tidak ikut terlibat secara totalitas," katanya. Semua juga harus kerja, kerja cerdas dan kerja ikhlas.

Juga dikatakan, pihaknya ingin menebar semangat, ingin membangkit motivasi bahwa pariwisata dan ekonomi kreatif akan bangkit. "Kita akan melihat dan memfasilitasi pembukaan peluang usaha, dan akan kita dorong desa wisata sebagai program unggulan, program andalan," katanya.

Menjawab pertanyaan wartawan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan pihaknya melihat produk-produk ini sangat ingin. Dan untuk ecotourism, apalagi yang dikembangkan paska pandemi saat ini dinilai sangat cocok. Salah satu yang nantinya akan dikembangkan adalah dalam "Gerakan Nasional Bangga Buata Indonesia" dan "Gerakan Nasional Beli Kreatif".

"Jadi bukan hanya untuk pasar dalam negeri, tetapi juga pasar luar negeri," katanya sambil menambahkan pihaknya bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan dan akan dibuat modul-modulnya, sehingga desa-desa wisata nantinya juga merupakan desa penghasil devisa. Ini yang akan dikembangkan kedepan. (Tha)

Credits

Bagikan