Berangkat Membawa Asa, Pulang Tak Bernyawa

user
tomi 02 April 2021, 13:30 WIB
untitled

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) yang ditemukan tewas mengambang di Perairan Karimun, Batam, Kepulauan Riau, Supriyono (40) tiba di rumah duka Dukuh Bakaran, Desa Sukosari Jumantono, Karanganyar pada Kamis malam (1/4) pukul 20.50 WIB. Jenazah langsung dimakamkan setelah disalatkan saat itu juga.

Di rumah duka, seluruh keperluan pemakaman sudah disiapkan. Liang lahat di pemakaman umum Dukuh Bakaran juga sudah digali. Letaknya sekitar 500 meter dari rumah duka. Setelah jenazah disalatkan oleh tetangga dan kerabat di teras rumah, langsung di bawa ke pemakaman untuk dikubur. "Semua sudah disiapkan sehingga tidak berlama-lama di rumah duka. Setelah disalatkan langsung dikubur," kata Kepala Desa Sukosari, Sulardi kepada KR, Jumat (2/4).

Jasad PMI tersebut ditemukan mengambang di Perairan Karimun, Batam, Kepulauan Riau, pada Senin (29/3). Supriyono diduga menjadi salah satu korban kecelakaan saat menumpang speedboat.

Sulardi mengatakan Jenazah TKI asal Karanganyar itu sempat transit di Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Setelah itu, kata Sulardi, pemulangan jenazah dilanjutkan ke Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo. "Dari Kulonprogo perjalanan darat sekitar 2,5 jam. Tiba di rumah duka pukul 20.50 WIB. Hanya keluarga dan pemerintah desa yang menerima kepulangan jenazah," katanya.

Sulardi mengatakan almarhum semasa hidup bekerja sebagai buruh konstruksi bangunan di Malaysia. Sejak mengadu nasib di Negeri Jiran sekitar tahun 2000, ia beberapa kali pulang kampung dan berkeluarga sampai memiliki tiga orang anak. Pada tahun 2020 ia pulang namun tidak kembali ke perantauan selama setahun akibat pandemi. Baru pada Februari lalu mendapat orderan mengerjakan memasang granit di sebuah proyek. Lantaran kontraknya bagus, ia memutuskan pergi bekerja. Meski, pemberangkatannya bukan dari instansi resmi pemerintah.

Kepala Disdagnakerkop UMKM Martadi mengatakan terus memantantau pemulangan jenazah.

"Itu warga Karanganyar yang meninggal dunia di luar negeri. Sehingga sudah sepatutnya kita dampingi," katanya. (Lim)

Credits

Bagikan