Penjagaan Berlapis, Ingin Ikut Misa Harus Pegang Kartu Undangan

user
tomi 01 April 2021, 22:34 WIB
untitled

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Setidaknya 250 personel gabungan dari Polri, TNI dan Satpol PP lakukan pengamanan di sejumlah gereja di Kabupaten Temanggung selama perayaan Paskah. Sejumlah ormas juga terlibat pengamanan untuk memberikan rasa aman, nyaman dan kondusivitas.

Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi mengatakan proses pengamanan tidak sampai mengurangi hikmat peribadatan di gereja. Perwira pengendali yang ditunjuk selalu berkoordinasi dengan pihak gereja dan lakukan sterilisasi sebelum pelaksanaan peribadatan.

" Di pos-pos pintu masuk lakukan secara ketat screening terhadap orang dan barang," kata Benny Setyowadi, ditengah pemantauan pengamanan di Gereja Santo Petrus dan Paulus Temanggung, Kamis sore (1/4/2021).

Benny Setyowadi mengatakan di masa Pandemi Covid-19 ini, gereja dalam peribadatan berdasarkan undangan dan kartu identitas. Sehingga hal itu dapat dijadikan pedoman untuk cek jamaat yang lakukan peribadatan.

Dia berpesan pada personel yang bertugas untuk tetap menjaga kesehatan diri sendiri dan dalam bertugas tidak sendirian, dan saling menjaga, sebab keselamatan diri tetap yang utama.

Kabag Ops Kompol Rahmat Lie mengatakan screening dan sterilisaasi dilakukan minimal 2 jam sebelum misa. Hal itu untuk menjaga berbagai kemungkinan gangguan keamanan yang berhubungan dengan kegiatan Paskah." Protokol kesehatan diterapkan secara ketat untuk mencegah penularan penyakit," kata dia.

Pimpinan Gereja Santo Petrus dan Paulus Temanggung YB Ibnu Fajar Muhammad mengatakan optimistis dalam pengamanan dan tidak merasa takut dalam beribadah karena ditemani dari Kepolisian dan TNI.

" Kita dalam beribadat ini tidak akan takut, Tuhan menyertai orang-orang yang beriman," kata dia.

Dia mengatakan jemaat yang boleh ibadah misa hanya jemaat setempat dan yang memegang kartu undangan, sedangkan orang luar akan ditolak. Mereka dipersilahkan duduk tenang di rumah dengan memngikuti misa secara online.

" Misa pertama dan kedua hanya 275 orang atau paling banyak 300 orang bersama dengan petugas keamanan. Kapasitas gereja ini sekitar 2000. Jadi betul hanya berapa persen saja yang misa," kata dia. (Osy)

Credits

Bagikan