Bantuan Bina Lingkungan PT PELNI Atasi Kesulitan Air Bersih Warga Sidomulyo

user
danar 19 Maret 2021, 15:10 WIB
untitled

PURWOREJO, KRJOGJA.com - PT PELNI (Persero) menyalurkan bantuan sumur bor dan sarana air bersih untuk warga Mushola Assanur RT 02 RW 06 Dusun Makemdowo Desa Sidomulyo Kecamatan/Kabupaten Purworejo. Bantuan disalurkan untuk mengatasi kesulitan air bersih yang selama ini selalu dihadapi ratusan warga setiap musim kemarau.

Bantuan tersebut diberikan oleh PT PELNI (Persero) dengan menggandeng Yayasan Masjid Nusantara yang berpusat di Bandung Jawa Barat. Penyerahan bantuan ditandai pemotongan tumpeng, dihadiri Manajer Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT PELNI (Persero) Sinta Zuraida dan Direktur Yayasan Masjid Nusantara Pras Purworo, Jumat (19/03/2021).

Manajer PKBL PT PELNI Sinta Zuraida mengatakan, bantuan berawal dari komunikasi yang dijalin antara Pelni dengan Yayasan Masjid Nusantara. "Kami mendapat informasi ada masjid yang butuh sumur bor dan sarana air bersih, kemudian PELNI dan yayasan bersinergi, sehingga terealisasi bantuan itu," ungkapnya kepada KRJOGJA.com.

Bantuan tersebut terealisasi di Kabupaten Purworejo dan Bogor. Untuk bantuan di Purworejo, PELNI membangun sumur bor, penampungan air, bangunan MCK, dan sarana berwudu.

Sinta berharap masyarakat dapat merawat sarana tersebut sehingga dapat bermanfaat untuk jangka waktu yang lama. "Kami harap bisa dijaga, sehingga terus bermanfaat selama-lamanya," tegasnya.

Direktur Yayasan Masjid Nusantara Pras Purworo mengemukakan, bantuan disalurkan atas dasar keprihatinan PELNI dan yayasan, setelah mengetahui kesulitan air bersih yang selalu dialami warga. "Tugas yayasan memakmurkan masjid, dan di sini ada Masjid Assanur yang kesulitan air bersih terutama saat kemarau, sehingga bisa mengurangi kekhusyukan ibadah. Kami miris mendengar warga kesulitan selama bertahun-tahun," tuturnya.

Kesulitan tidak hanya terjadi di masjid, namun dirasakan hampir seluruh warga Dusun Makemdowo. Untuk itu, kata Pras, PT PELNI (Persero) membangun sumur bor lengkap dengan penampungan dan MCK, sehingga dapat dimanfaatkan warga untuk mencukupi kebutuhan harian.

Menurutnya, warga harus bisa menjaga dan merawat sarana tersebut. "Untuk Makemdowo, gotong-royong sudah terbentuk dan kelompok pengajian juga memiliki dana kas, sehingga kami melihat perawatan sepertinya tidak terlalu menjadi beban," terangnya.

Kadus Makemdowo Ponirin menuturkan, bantuan tersebut diharapkan warga yang selama ini selalu sulit air bersih saat kemarau. Untuk mencukupi kebutuhan, warga mengandalkan bantuan air bersih dari Pemkab Purworejo.

Penggunaan air saat kemarau, lanjutnya, juga harus dihemat agar mencukupi sampai bantuan berikutnya datang. "Maka kadang kami kesulitan untuk ibadah di masjid, karena air bantuan hanya cukup untuk memasak dan MCK. Bantuan itu jawaban atas kesulitan warga," tandasnya. (Jas)

Kredit

Bagikan