Rencana Tatap Muka, Harus Diimbangi Kesiapan Sekolah

user
tomi 28 Februari 2021, 18:25 WIB
untitled

WONOSARI, KRJOGJA.com - Wabah pandemi covid 19 sejak akhir tahun 2019 sampai saat ini sudah berlangsung hampir satu setengah tahun. Sejumlah langkah dan cara sudah ditempuh pemerintah, akan tetapi sampai hari ini belum ada hitungan waktu yang pasti kapan covid 19 akan berakhir.

Sekalipun sekarang ini masih punya harapan akan tahapan vaksinasi yang saat ini sedang berlangsung secara serentak ditingkat nasional. Kasus atau bertambahnya angka positif covid 19, saat ini seolah menjadi hal yang biasa. “ Rasa kekawatiran masyarakat sudah tidak seperti ketika awal-awal pandemi , padahal apabila dilihat dari tingkat resiko penularanya semakin terbuka. Karena klaster bermunculan secara acak sehingga menyulitkan untuk dilakukan tracing dan testing. Seiring berjalanya waktu sejumlah persoalanpun mulai bermunculan disemua sektor, pendidikan, ekonomi, sosial dan lain sebagainya,” kata Anggota Fraksi Golkar DPRD Gunungkidul Gunawan SE, Minggu (28/2).

Diungkapkan, situasi ini tentunya membuat rasa khawatir atau risau. Begitu banyak anak-anak sekolah yang sudah mengalami kejenuhan belajar dirumah dan tidak sedikit proses belajar dirumah ini justru menimbulkan efek yg negative. Karena keterbatasan waktu orang tua melakuan pendampingan pada saat anak belajar dirumah. Orang tua sibuk beraktifatas untuk mencari nafkah. Keterbatasan wawasan dan pengetahuan orang tua tentang perkembangan teknologi, menjadi anak semakin sulit terkontrol dalam hal penggunaan gadget.

"Tidak sedikit anak anak sekolah yang justru kecanduan dengan gaget tidak untuk belajar akan tetapi lebih untuk hiburan. Bahkan banyak siswa yg sejak pandemi ini mengalami pergeseran perilaku, misalnya banyak mengurung diri dikamar dan cenderung bermalas malasan,” imbuhnya.

Gunawan menambahkan, rencana pembukaan sekolah tatap muka yang dicanangkan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim pada bulan Juli 2021 tentu itu harus diimbangi dengan kesiapan-kesiapan yang matang oleh pemerintah sampai dilevel darerah. Termasuk kesiapan sekolah atau lembaga pendidikan. Serta pelaksanaan tahapan vaksinasi.

“Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan, tahap pertama yaitu vaksinasi untuk Sumber Daya Manusia Tenaga tenaga sudah hampir selesai dengan target sasaran 3.026 dan untuk tahap kedua sebagai target berikutnya adalah pemberi pelayanan publik, guru, asn, opd dan yang lain. Pendataan masih berlangsung dan sampai sekarang tercatat 31 ribuan. Vaksin tahap kedua untuk pemberi pelayanan publik sudah sampai di Gunungkidul sebesar 700 vial multidose atau 7000 dosis.

"Berdasarkan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, untuk mempertanyakan tentang implemetasi solusi dunia pendidikan untuk saat saat sekarang ini. Prinsipnya tetap menunggu dawuh dari pusat dan Gubernur DIY, apakah diperbolehkan atau belum. Jika diperbolehkan Dinas Pendidikan sudah siap tatap muka dengan protokol kesehatan dan aturan SKB 4 menteri,” jelasnya. (Ded)

Credits

Bagikan