Santunan Kematian Pasien Covid-19 di Karanganyar Dihentikan

user
danar 28 Februari 2021, 14:10 WIB
untitled

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Sebanyak 119 usulan santunan kematian pasien Covid-19 Kabupaten Karanganyar tak bisa diproses. Pemerintah telah menghentikan program tersebut.

Kabid Pemberdayaan dan Pembinaan Sosial Dinas Sosial Karanganyar, Gunarto menginformasikan program santunan kematian pasien Covid-19 tak lagi didanai APBN.

“Sebelumnya memang ada program seperti itu pada 2020 lalu. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Kemensos melalui Dinsos Provinsi memberitahu bahwa program itu distop oleh pusat. Padahal dari daerah sudah terlanjur mengusulkannya,” katanya, Minggu (28/2/2021).

Padahal, Dinsos Karanganyar telah mengajukan 119 berkas usulan dari ahli waris. Perangkat pengusulannya antara lain surat kematian yang menerangkan penyebabnya terinveksi Covid-19 kemudian dokumentasi pemulasaran jenazah sesuai protokol kesehatan oleh petugas khusus.

“Kami berani memproses usulan itu karena sebelumnya mendapat surat edaran yang menerangkan masyarakat dapat mengajukan santunan jika kematian disebabkan terpapar Covid-19. Makanya itu, berani merekap lalu menyampaikannya ke Dinsos Jateng agar memperoleh rekomendasi di Kemensos,” katanya.

Dari 119 usulan itu, belum satupun disetujui pemerintah pusat. Ternyata, program itu sudah dihentikan. Pihaknya pun menerima tembusan surat mengenai hal itu belum lama ini.

“Akhirnya kami harus memberitahu ke ahli waris bahwa usulannya ditolak. Padahal sudah banyak yang menanyakan kapan santunan cair,” katanya.

Setahu dirinya, Dinsos Jateng telah memberikan rekomendasi ke Kemensos perihal 2.174 usulan santunan kematian. Di luar itu masih terdapat 1.100-an usulan belum sempat diberi rekomendasi meski sudah diterima berkasnya.

“Baru tujuh santunan kematian disetujui di Jateng. Dari surat edaran yang saya ketahui, penerima santunan berhak Rp 15 juta,” katanya. (Lim)

Credits

Bagikan