Peringatan SU 1 Maret, Penting Membangun Semangat Nasionalisme

user
danar 28 Februari 2021, 10:30 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Serangan Umum 1 Maret 1949 akan diperingati oleh Paniradya Kaistimewan bersama Sekber Keistimewaan DIY di Pendapa Museum Sonobudoyo, Rabu (3/3/2021) pukul 15.00 dengan protokol kesehatan yang ketat dan tamu undangan terbatas. Masyarakat dapat menyaksikan secara 'live streaming' di https://youtube.com/c/PaniradyaKaistimewan.

Acara akan diisi pemutaran video dokumenter Serangan Umum 1 Maret 1949 dari perang gerilyawan hingga keterlibatan kaum perempuan dalam masa revolusi kemerdekaan khususnya dalam menggalang dapur umum.

Dilanjutkan talkshow menampilkan sejarahwan UGM Dr Sri Margana MHum dan Paniradya Pati Kaistimewan Aris Eko Nugroho SP MSi tentang rencana pemerintah DIY mengusulkan Serangan Umum 1Maret sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara.

Tak kalah menarik sajian lagu-lagu di masa perjuangan yang dibawakan Yason Christy Pranowo SSn, konduktor Vocalista Angels, pelatih paduan suara di Universitas Atmajaya Yogya, juga di Papua dan Toraja. Lagu yang dibawakan antara lain Indonesia Pusaka, Indonesia Jaya, Sepasang Mata Bola, Rayuan Pulau Kelapa dan Kopral Jono.

Koordinator Sekber Keistimewaan DIY, Widihasto Wasana Putra kepada KRJOGJA.com, Sabtu (27/2/2021) mengatakan, Yogya adalah kota revolusi. Salah satu peristiwa bersejarah yang mengukuhkan kedaulatan kemerdekaan NKRI adalah Serangan Umum 1 Maret 1949.

"Penting kiranya peristiwa itu terus diperingati agar generasi masa kini memahami sejarah agar terbangun jiwa nasionalisme, cinta tanah air dan semangat bela negara," katanya.

Serangan Umum 1 Maret adalah serangan mendadak Tentara Nasional Indonesia terhadap Ibukota RI Yogyakarta yang diduduki Belanda sejak agresi militer ll 19 Desember 1948. Serangan ini berhasil memukul mundur tentara Belanda dan ibukota diduduki TNI selama 6 jam.

Serangan Umum 1 Maret membuktikan kepada mata dunia internasional bahwa eksistensi NKRI masih ada, meskipun presiden dan wakil presiden tengah ditawan Belanda, sehingga mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa ikut menekan Belanda mengakui kedaulatan NKRI yang telah diproklamirkan pada 17 Agustus 1945.(Wan)

Credits

Bagikan