BLK Susun Prokes Pada Pelatihan Berbasis Kompetensi

user
agus 27 Februari 2021, 12:13 WIB
untitled

KARANGANYAR (KR)-Balai Latihan Kerja (BLK) Karanganyar menjaring 144 calon peserta pelatihan berbasis kompetensi. Mereka akan mulai menjalani pelatihan secara tatap muka pada 15 Maret 2021.

Kepala UPT BLK Karanganyar, Sukino Subiyantoro mengatakan telah menyiapkan ruangan pelatihan kerja bagi 144 peserta. Mereka terbagi di tujuh bidang pelatihan yakni pembuatan roti, menjahit pakaian wanita, desain grafis, pengelasan, perkantoran, pembuatan aksesori busana bermesin, dan servis sepeda motor. Masing-masing bidang diisi peserta antara 16-32 orang. Penataannya disusun sedemikian rupa demi mencegah penularan Covid-19.

“Sudah ditata sedemikian rupa saat pelatihan tatap muka. Per ruangan maksimal 16 orang. Tinggal dibagi jadwalnya. Yang jelas tidak sampai berkerumun dan kami menjaga jarak. Per hari delapan jam belajar mengajar. Jenis pelatihan tidak sama waktunya. Ada yang selesai 20 hari ada pula sampai lebih dari 30 hari,” katanya kepada KR, Jumat (26/2).

Rencananya, BLK akan mengumumkan calon peserta lulus seleksi pada 1 Maret 2021. Dari semula sebanyak 2.000 lebih pendaftar, tersaring 1.400-an di seleksi administratif. Kemudian diambil 144 peserta berdasarkan ujian tertulis. Sukino mengatakan, registrasi peserta dijadwalkan 8-9 Maret 2021.

“Karena dilakukan secara tatap muka, maka protokol kesehatan memang harus ketat. Kami menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun dan dibagi masker juga. Ini merupakan program pemerintah pusat yang dibiayai APBN di Kementrian Ketenagakerjaan. Jadi, tidak dibatasi KTP Karanganyar. Memang salah satu lokasinya di BLK Karanganyar,” jelasnya.

Mereka yang telah menyelesaikan pelatihan berbasis kompetensi akan mendapat sertifikat uji kompetensi. Selanjutnya, dipersilakan mengembangkan ilmunya ke ranah mandiri. Ia mengatakan, program itu sebatas memberi bekal kemandirian namun belum sampai ke permodalan usaha.

Sementara itu Kepala Disdagnakerkop Karanganyar, Martadi mengatakan seluruh informasi dan pendaftaran tersedia secara daring. Ia memastikan tidak ada bentuk kecurangan di dalamnya. Ini merupakan upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam berekonomi agar bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

“Ini peluang bagus. Ilmu yang didapat bisa untuk modal berwirausaha. Memang belum ada kepastian soal modal secara finansial setelah mengikuti pelatihan,” katanya.

Dikatakannya, program ini dijalankan juga BLK di kabupaten sekitarnya. Adapun induk kegiatan di BLK Kota Surakarta. (Lim)

Credits

Bagikan