Gubernur DIY Dorong OPD Segera Realisasikan Belanja

user
danar 17 Februari 2021, 09:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemda DIY untuk menyegerakan realisasi belanja yang telah direncanakan. Realisasi belanja ini mencakup seluruh kegiatan yang sumber pendanaannya dari APBD, Danais, maupun APBN.Hal itu perlu dilakukan agar seluruh kegiatan bisa berjalan sesuai jadwal dan tidak dipusatkan di akhir tahun.

"Dalam kuartal keempat tahun 2020 lalu, perekonomian DIY masih minus. Untuk itu semua program yang masuk dalam APBD harus bisa terus berjalan. Begitu juga yang dari Danais maupun APBN. Kalau ada yang bisa dilelang di awal tahun, bisa segera dilakukan, jadi tidak perlu diundur," kata Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam Rapat Realisasi APBD di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Selasa (16/2/2021).

Dalam rapat kali ini diikuti oleh dua OPD di lingkungan Pemda DIY, yaitu Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan ESDM DIY dan Dinas Kebudayaan DIY.

Sultan mengungkapkan, dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang, pertumbuhan ekonomi tidak bisa hanya mengandalkan investor. Untuk itu Sultan mendorong supaya proyek-proyek pembangunan bisa dipercepat. Semua itu perlu dilakukan supaya jumlah uang yang beredar di masyarakat makin banyak dan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di DIY.

"Saya berharap proyek-proyek pembangunan kalau bisa dipercepat, agar jumlah uang yang beredar di masyarakat makin banyak. Karena saat ini kita butuh pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, proyek jangan sampai rendet, nanti pertumbuhan ekonomi juga turun," ungkap Sultan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji yang ditemui usai rapat mengatakan, rapat kali ini merupakan tindak lanjut dari rapat-rapat sebelumnya dengan kepala-kepala OPD di Pemda DIY. Hari ini giliran Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan ESDM DIY dan Dinas Kebudayaan DIY. Untuk Dinas Kebudayaan DIY, Gubernur DIY memberi arahan tentang bagaimana mengatur pentas-pentas yang ada di Dinas Kebudayaan DIY , maupun yang ada di bawah kabupaten/kota. Adapun salah satu tujuannya agar bisa menghidupi para seniman dan budayawan. Jadi bentuknya tidak harus dalam bentuk BLT, tapi melalui penyelenggaraan pentas-pentas kebudayaan.

"Ngarsa Dalem menyampaikan agar segera memanfaatkan dana-dana APBD, Danais, maupun APBN dalam rangka melakukan percepatan pertumbuhan ekonomi DIY. Karena belanja-belanja swasta saat ini banyak yang macet, sehingga yang bisa diandalkan hanya belanja pemerintah," terang Sekda.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan ESDM DIY, Hananto Hadi Purnomo melaporkan, terdapat 52 paket proyek yang ditargetkan selesai lelang dari awal 2021 hingga Maret 2021. Jika setiap proyek dimulai dengan 10 persen dari total dana proyek, diperkirakan Rp 227 miliar segera bisa beredar di masyarakat. (Ria)

Kredit

Bagikan