Kadin DIY Dorong Pelaku Usaha Bersinergi Hingga Berinovasi

user
agus 19 Januari 2021, 19:32 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY terus memberi semangat agar pelaku usaha maupun industri khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di DIY tidak menyerah, membuat terobosan dan berinovasi dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini. Disamping itu, pihaknya berupaya mendorong pelaku usaha dan industri meningkatkan sinergi, kolaborasi dan kerjasama agar mampu bertahan dan bangkit di tengah situasi yang semakin tidak menentu.

Ketua Umum Kadin DIY GKR Mangkubumi menyampaikan semua pelaku usaha dan industri dari skala yang paling kecil hingga besar terdampak pandemi Covid-19 sampai sekarang. Selain terdampak pandemi, pelaku usaha dan industri kini harus menghadapi kenyataan adanya pembatasan salah satunya dilaksanakan kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) di DIY sejak 11 hingga 25 Januari 2021.

"Seluruh pelaku usaha dan industri yang terdampak dari paling kecil sampai paling besar jadi akan kita diskusikan kembali untuk mengingatkan warga sekitar paling tidak agar patuh protokol kesehatan supaya PTKM tidak diperpanjang lagi di DIY. Dalam situasi seperti ini, kami terus mendorong dan memberikan semangat karena sudah banyak yang tidak bisa bergerak. Beberapa pelaku usaha dan industri masih ada yang mampu bergerak seperti eksportir mebel dan kerajinan tetapi belum bisa maksimal dan yang lainnya banyak yang sudah tidak berproduksi lagi, bahkan sampai gulung tikar," ungkapnya kepada KR di Yogyakarta, Selasa (19/1).

Wakil Ketua Umum Kadin DIY Wawan Harmawan menegaskan semua pelaku usaha dan industri mengeluhkan semakin merosot pendapatan dan banyak produk yang tidak terserap pasar dengan diberlakukan kebijakan pengetatan tersebut. Seperti bisnis perhotelan di DIY yang mengalami tekanan tingkat hunian atau okupansi, bisnis restoran yang semakin sepi pembeli dan sebagainya. Untuk itu, pihaknya tetap berupaya mendorong pelaku usaha dan industri meningkatkan sinergi, kolaborasi, kerjasama dan inovasi agar tetap bisa bertahan di situasi yang semakin tidak pasti ini.

"Kita bisa tunjukan Yogya memang Istimewa dengan saling tolong menolong dan guyub bareng, pelaku usaha dan industri harus bersinergi serta membuat terobosan baru dengan menciptakan inovasi sesuai kebutuhan pasar saat ini. Kita sudah kumpulkan beberapa asosiasi dunia usaha termasuk dengan pihak perbankan maupun organisasi perangkat daerah lintas bidang, ini kondisi force majeure sehingga pelaku usaha harus bisa berpikir positif dan bersinergi serta berubah dengan inovasi termasuk perubahan mindset atau pola pikir," paparnya.

Wawan mendorong agar pelaku usaha dan industri di DIY mencari peluang yang bisa dikembangkan di masa pandemi Covid-19 ini, sehingga tidak berdiam diri dan menyerah pada keadaan. Namun yang menjadi catatan yang tidak kalah pentingnya semua pihak dengan penuh kesadaran wajib melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, jika tidak perekonomian semakin sulit dipulihkan jika terganjal permasalahan kesehatan. (Ira)

Kredit

Bagikan