Mobile Lab BSL-2 Tingkatkan Kapasitas Pengujian Sampel Terduga Covid-19

user
tomi 20 Desember 2020, 12:08 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com -Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro memperkenalkan hasil Bakti Inovasi berupa Mobile Lab Biosafety Level (BSL) 2 versi bus yang dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

BSL-2 ini merupakan laboratorium bergerak yang dibangun di atas bus untuk melakukan tes swab dalam upaya meningkatkan kapasitas pengujian sampel terduga Covid-19 di berbagai wilayah.

Menurut Bambang, Mobile Lab BSL-2 dapat dengan cepat dipindahkan dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Dengan begitu dapat dengan segera menangani atau menutup daerah-daerah yang mengalami lonjakan kasus Covid-19.

"Laboratorium mobile ini memiliki kapasitas testing hingga 500 spesimen setiap harinya," katanya dalam Bakti Inovasi Roadshow Mobile Lab BSL-2 di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM Yogyakarta, Jumat (18/12/2020). Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono MEng DEng IPU ASEAN Eng, Kepala BPPT RI Hammam Riza dan Anggota Komisi VII DPR RI Drs HM Gandung Pardiman MM.

Bambang menekankan perlu adanya keberpihakan Satgas Covid-19 dan Pemerintah Daerah untuk menggunakan inovasi laboratorium mobile ini. "Saya mendorong Pemda memiliki satu armada Mobile Lab BSL-2," katanya. Dalam kunjungannya di UGM itu, Menristek juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) Menristek/BRIN tentang Pelaksanaan Harian Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19 kepada tim peneliti UGM yang terlibat dalam pengembangan vaksin Merah Putih.

Gandung Pardiman mengatakan, kegiatan bakti inovasi teknologi sangat penting, sebagai upaya Kemenristek/BRIN untuk meningkatkan kemandirian, kepercayaan masyarakat atas hasil inovasi dalam negeri, khususnya dalam produk berbasis riset. Dalam kegiatan tersebut, Gadung sebagai perwakilan DPR RI menyerahkan produk hasil Teknologi Tepat Guna (TTG) kepada masyarakat berupa 1 traktor protable dan 3 mesin pembuat bakso.

Menurut Gandung, mesin traktor hand carry ini mudah dibawa ke pelosok pedesaan dan area persawahan terasering dan akan memberikan nilai efisien untuk petani. Demikian juga mesin pembuat bakso akan meningkatkan produksi UKM. Gandung juga menyerahkan secara simbolis program talenta (bantuan dana) dari Kemenristek/BRIN kepada mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. "Program talenta akan mencetak calon inovator masa depan sekaligus mendukung pencapaian SDM unggul," katanya. (Tom)

Kredit

Bagikan