Bantu Koperasi di Tengah Pandemi, Kemenkop UKM Perluas Program PEN

user
tomi 06 Desember 2020, 20:21 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB- KUMKM) terus melakukan perluasan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), khususnya untuk koperasi. Ini dilakukan untuk membantu koperasi agar bisa terus melayani/memberikan pinjaman kepada para anggotanya di tengah pandemi.

Menkop UKM Teten Masduki mengatakan selama pademi Covid-19 banyak koperasi yang mengalami masalah likuiditas akibat para nasabahnya (UMKM) tidak bisa mencicil pembayaran disebabkan penuruan omset. Untuk mengatasi masalah ini, maka pemerintah membuat restrukturisasi pinjaman/pembiayaan kepada koperasi mitra LPDB-KUMKM maksimal dalam jangka waktu selama 12 bulan.

Menurut Teten, Kemenkop UKM melalui LPDB-KUMKM menyiapkan dana sebesar Rp 1 triliun (Pemulihan Ekonomi Nasional) untuk pinjaman/pembiayaan koperasi, dengan bunga 3%. "Secara nasional, LPDB-KUMKM telah merealisasikan Rp 1 triliun atau sebanyak 100% untuk pembiayaan modal kerja koperasi dari target penyaluran PEN Rp 1 triliun per 30 September 2020," terang Teten kepada wartawan di sela acara penyerahan modal kerja untuk koperasi di Jejamuran Resto Sleman, Minggu (6/12/2020).

Koperasi yang mendapat bantuan di antaranya Koperasi Simpan Pinjam Pola Syariah (KSPPS) Anugerah Temanggung yang mendapatkan bantuan subsidi bunga sebesar Rp 253 Juta untuk 826 debitur. Selain itu KSPPS Nusa Umat Sejahtera Semarang mendapat bantuan subsidi bunga sebesar Rp 3,4 M untuk 6.937 Debitur.

Direktur Pembiayaan Syariah LPDB- KUMKM Ari Permana berharap dengan diberikannya pinjaman dana bergulir LPDB-KUMKM kepada koperasi, dapat langsung dirasakan oleh seluruh anggota koperasi. Selain itu dapat membantu permasalahan koperasi dengan memberikan bantuan pembiayaan likuiditas kepada anggota terutama para pelaku UMKM. (Dev)

Kredit

Bagikan