Warga Sukoharjo Diminta Gunakan Hak Pilih dan Datangi TPS

user
danar 06 Desember 2020, 18:10 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Pemilih di Sukoharjo diminta menggunakan hak pilihnya saat Pilkada 2020 digelar. Sebab waktu pemungutan suara 9 Desember merupakan libur nasional. Aktivitas kerja dihentikan selama satu hari sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2020 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, Minggu (6/12/2020), mengatakan, waktu pelaksanaan pemungutan suara 9 Desember mendatang sudah ditetapkan presiden sebagai hari libur nasional. Kebijakan tersebut dikeluarkan pemerintah pusat sebagai bentuk kemudahan bagi pemilih dalam menggunakan hak pilih Pilkada 2020.

“9 Desember saat pemungutan suara Pilkada 2020 merupakan hari libur nasional sesuai keputusan presiden. Jadi mari pemilih khusus di Kabupaten Sukoharjo menggunakan hak pilihnya datang ke tempat pemungutan suara (TPS) sesuai jam tertera dalam undangan yang diterima dari panitia,” ujarnya.

Hari libur tersebut ditegaskan bupati sesuai dengan surat keputusan presiden berlaku bagi seluruh instansi baik aparatur sipil negara (ASN) maupun swasta. Masing masing instansi dipastikan sudah mengetahui surat keputusan presiden dan diharapkan dilaksanakan dengan memberi kemudahan pegawai menggunakan hak pilih dalam Pilkada 2020.

“Pemilih nanti saat datang ke TPS tetap diminta mematuhi protokol kesehatan pencegahan penularan virus corona,” lanjutnya.

Bupati berharap angka partisipasi pemilih Pilkada 2020 tinggi dibanding pemilu sebelumnya. Sebab pemerintah pusat sudah memfasilitasi dengan adanya hari libur nasional saat pemungutan suara digelar.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo Nuril Huda mengatakan, 9 Desember waktu pelaksanaan pemungutan suara Pilkada 2020 merupakan hari libur nasional. Hal itu untuk mempermudah pemilih saat menggunakan hak pilihnya.

“Karena libur dan ditengah pandemi virus corona maka panitia memberlakukan sistem pengaturan sesuai protokol kesehatan agar tidak terjadi kerumunan massa di TPS. Pemilih bisa datang sesuai dengan jam yang tertera dalam undangan dan 9 Desember merupakan libur nasional,” ujarnya.

Nuril mengatakan, pelaksanaan Pilkada 2020 sudah semakin dekat tinggal beberapa hari kedepan digelar 9 Desember mendatang. Pada pemilu kali ini KPU Sukoharjo bersama pusat memasang target partisipasi pemilih 77,5 persen.

KPU Sukoharjo sendiri sudah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada 2020 ada sebanyak 660.487 pemilih tersebar di 12 kecamatan. Rinciannya, pemilih laki-laki 326.627 orang dan pemilih perempuan 333.860.

“Awalnya memang ditarget 79 persen tapi karena kondisi pandemi virus corona maka angka turun seperti pemilu sebelumnya saat Pilpres 2019 menjadi 77,5 persen,” lanjutnya.

Ketua Serikat Pekerja Republik Indonesia (SPRI) Sukoharjo Sukarno mengatakan, buruh sudah mengetahui 9 Desember merupakan hari libur nasional. Karena itu disaat pemungutan suara buruh memiliki kelonggaran datang ke TPS untuk menggunakan hak pilih Pilkada 2020.

“Aktivitas kerja 9 Desember dihentikan sementara karena hari libur nasional dan buruh bisa menggunakan hak pilih Pilkada 2020 datang ke TPS. Apabila ada yang masuk kerja maka dihitung lembur dan sistem pengupahanya diatur berbeda,” ujarnya. (Mam)

Kredit

Bagikan