Dikunjungi Forkompimda, Paslon Janji Tak Melanggar

user
tomi 03 Desember 2020, 18:14 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Jajaran Forkompimda Bantul, bersama KPU dan Bawaslu serta OPD terkait dipimpin Pjs Bupati Bantul, Budi Wibowo SH MM, Kamis (3/12) mengunjungi rumah kedua Paslon Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih dan Drs H Suharsono, dalam rangka upaya kondusifitas wilayah menjelang maupun pasca Pilkada 2020 di Bantul.

Menurut Budi Wibowo, kunjungan kerumah kedua Paslon diterima dengan baik dan semuanya tetap mematuhi protokol kesehatan. "Semua pasangan calon merespon kedatangan rombongan dan tetap akan menjaga situasi kondusif, tentunya juga tidak akan melakukan pelanggaran-pelanggaran selama sisa waktu jelang hari H Pilkada di Bantul, serta tetap mengedepankan kepentingan masyarakat," ungkap Pjs Bupati Bantul usai kunjungi rumah kedua Paslon.  Mendekati hari pemungutan suara tetapi masih ada tiga tahapan, yakni sisa masa kampanye, minggu tenang dan hari pemungutan suara semua Paslon akan menjaga kondusifitas, sehingga masyarakat tetap tenang.

Walaupun Pak Harsono dan Pak Halim tanggal 6 Desember nanti habis masa cutinya dan akan masuk kantor sebagai Bupati dan Wakil Bupati, meraka sepakat akan menjaga kondusifitas.  "Nanti kita lihat saja, apakah betul yang mereka sampaikan. Tetapi kami berharap keduanya konsekwen apa yang telah mereka katakan, sehingga kondusifitas tetap terjaga" kata Budi Wibowo.

Sementara dinamisasi yang telah terjadi, kalau ada pelanggaran yang terjadi harus diproses sesuai hukum dan sudah ditangani Bawaslu dengan mengedepankan proses hukum. "Kita juga menekankan tentang netralitas ANS dan kepatuhan menjalani protokoler kesehatan. "Untuk itu, kami akan berkoordinasi dengan OPD, Camat dan Lurah," pungkasnya.

Terpisah Ketua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho menjelaskan, saat ini sudah mulai dilakukan pendistribusian logistik atau sarana pemungutan suara, seperti kotak suara. Termasuk Alat Pelindung Diri (APD) sudah sampai ke desa sejak 1 Desember 2020.

Juga sudah dilaksanakan rapid test bagi 18.000 petugas pemungutan suara, meliputi KPPS 14.000 dan Linmas 4.000 personel. Hasil rapid test ada yang reaktif dibawah 40 orang, tetapi setelah dilakukan swab test , ternyata semua negatif sehingga semua bisa menjalani tugas dalam pelaksanaan Pilkada di Bantul. (Jdm)

Kredit

Bagikan