Bantu UMKM, Kadin DIY Minta Kemudahan Akses Dana PEN

user
agus 26 November 2020, 08:40 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY maupun kabupaten/kota se-DIY sepakat untuk memfokuskan membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mulai akhir tahun 2020 hingga 2023. Pihaknya sekaligus meminta agar alokasi anggaran melalui Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang ada di perbankan BUMN/BUMD bisa memfasilitasi kemudahan akses pembiayaan atau pinjaman melalui restrukturisasi bagi pelaku UMKM di DIY.

Ketua Umum Kadin DIY Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi menyampaikan Kadin DIY maupun kabupaten/kota sepakat fokus untuk membantu pelaku UMKM di DIY hingga dua tahun kedepan. Yang paling segera dilakukan adalah UMKM di DIY tersebut harus disinergikan dengan program Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) DIY.

"Dinas Koperasi dan UKM DIY mempunyai banyak program terutama dari Pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM. Hal ini guna mempermudah baik penyatuan program maupun pendataan. Kita ingin UMKM di DIY ini bisa terdata satu pintu atau terpusat di Dinas Koperasi dan UKM DIY," tutur GKR Mangkubumi di Yogyakarta, Rabu (25/11).

GKR Mangkubumi menyayangkan jumlah UMKM di DIY sangat banyak tetapi belum ada datanya dan tidak terpantau sehingga sulit untuk mengklasifikasinya. Pihaknya juga meminta agar program PEN yang ada di perbankan BUMN/BUMD tersebut guna memfasilitasi kemudahan aksesnya bagi pelaku UMKM di DIY yang terdampak pandemi Covid-19. Kadin DIY setidaknya telah bertemu dengan Bank Mandiri dan Bank BPD DIY terkait pemanfaatan dana PEN yang ada di daerah.

"Kami tahu pengusaha tidak luput terdampak pandemi Covid-19, tetapi setidaknya masih mempunyai simpanan daripada pelaku UMKM. Jadi kami punya kesepakatan fokus kepada UMKM, mudah-mudahan bisa dipermudah ikut restrukturisasi melalui program PEN yang ada di daerah," ujarnya.

Menurut GKR Mangkubumi, masih perlu penyamaan persepsi dan diskusi agar program restrukturisasi terus digulirkan berikut dukungan pinjaman sebagai oli bagi pelaku UMKM di DIY. Sebab pelaku UMKM di DIY masih mengalami kesulitan perihal permodalan atau pinjaman tersebut hingga saat ini.

"Mudah-mudahan dana PEN ini bisa lebih mudah diakses UMKM dan Kemenkop UKM bisa saling membantu agar bisa mengakses pinjaman dengan bunga paling rendah atau murah. Paling tidak kami fokuskan bagi pelaku usaha menengah ke bawah karena incomenya masih harian dan tidak pasti sehingga sangat terdampak signifikan pandeni Covid-19," imbuhnya.

Putri Sulung Raja Kraton dan Gubernur DIY tersebut siap meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan instansi terkait untuk menjaring dana PEN agar pemanfaatannya bisa dipermudah aksesnya bagi pelaku UMKM terutama yang menengah ke bawah. Pelaku UMKM di DIY yang menengah ke bawah inilah yang seharusnya menjadi prioritas program PEN yang kini tengah bergulir tersebut. (Ira)

Kredit

Bagikan