Launching Film 'Aku Bukan Marsinah', Buktikan Eksistensi Asdrafi

user
agus 16 November 2020, 20:11 WIB

Film pendek berjudul 'Aku Bukan Marsinah' dilaunching di pendapa Asdrafi Sompilan 12, Ngasem Yogyakarta, Sabtu (7/11) malam. Rilis film besutan Nunung Rieta N, Bramanti F Nasution dan skenario dari Indra Tranggono ini dihadiri para pedukung tim produksi, artistik, pemain, seniman, komunitas pecinta film Yogyakarta.

Setelah peluncuran film pendek ‘Aku Bukan Marsinah’ untuk program selanjutnya, akan dilakukan sosialisasi pemutaran road show di kantung-kantung budaya, komunitas film dan di sejumlah cafe di Yogyakarta.

Usai pemutaran 'Aku Bukan Marsinah' produksi ‘Ikasdrafi Production’ bagian dari Guyub Rukun Keluarga (GRK) Asdrafi Yogyakarta ini, kemudian dilanjutkan dialog menampilkan pembicara Nunung Rieta N, Indra Tranggono, Dr Memet Chairul Slamet (Penata musik), dan Jedink Alexander (Produser).

Film 'Aku Bukan Marsinah' menampilkan Tak Gee Mytha yang memainkan peran utama Rindang, seorang istri yang menjadi korban kekerasan suaminya bernama Beno yang diperankan oleh Daniel Godan.

Jedink Alexander mengatakan, peluncuran film pendek ‘Aku Bukan Marsinah’ ini, dihadiri semua seluruh tim produksi, tim artistik, pemain dan dari pengurus GRK Asdrafi. Karena peluncuran film pendek cerita ‘Aku Bukan Marsinah’ ini, menjadi momentum spesial bagi alumni Asdrafi yang tergabung dalam GRK Asdradi.

" Para pemain selengkapnya, Yuana NM, Seli Patrisia, Siti Kandaru Chairina, Winda Kusuma, Nada Rizki Pratiwi, Witriningsih, Ojing J Raharjo, Ende Reza, Jack Supian, Bimbim Sidharta dan Sarbini Idris. Untuk tim artistik kameraman dan editor Joni Asman, asisten kameraman Fikri, penata lampu Guntur, penata artistik Marco Dinarta, penata dan kostum-rias Gobie Welley dan supervisor Deddy Ratmoyo,” papar Jedink Alexander.

Thriler dari film 'Aku Bukan Marsinah'

Jedink Alexander mengungkapkan, bahwa keberangkatan memproduksi film pendek ini, sebagai wujud nyata rasa cinta terhadap Asdrafi, dan menjadi momentum para alumni mempunyai spirit yang sama untuk bangkit guyub rukun berkarya kreatif yang bermanfaat untuk masyarakat. "Saya gembira karena proses produksi film pendek ini, kawan-kawan Asdrafi yang terlibat mempunyai semangat sama ingin berkarya maksimal. Eloknya, pada saat peluncuran film pendek Aku Bukan Marsinah ini, dihadiri lintas seniman, kalangan mahasiswa dan para alumni Asdrafi yang tinggal di Yogya dan dari luar kota diantaranya Magelang, Surabaya," tutur Jedink.

Nunung Rieta N menjelaskan, film pendek cerita 'Aku Bukan Marsinah' dengan tokoh Rindang ini, intinya ingin menyampaikan pesan bahwa Rindang, sebagai perempuan telah menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh suaminya Beno. Bahkan Rindang, berani melakukan perlawanan. Rindang ini sosok ibu rumah tangga yang gigih berjuang dengan tegar menolak dominasi laki-laki dan kekerasan terhadap perempuan. "Film pendek produksi ini, sebagai karya seni kultural usai peluncuran ini, rencana selain diputar di kantung-kantung komunitas budaya, komunitas film di sejumlah kampus, cafe yang mempunyai program budaya dan diikutkan dalam ajang festival film," tukas Nunung.

Sementara Indra Tranggono menegaskan, film pendek 'Aku Bukan Marsinah' ini, sebagai bukti, dan langkah awal para alumni Asdrafi, menggeliat ingin menunjukkan masih bisa berkarya. Salah satunya, Jedink Alexader sebagai alumni Asdrafi Yogya, secara nyata mau menjadi motor penggerak produksi film ini. Bahkan Jedink, pada saat pameran tunggal bertajuk 100 Tokoh dalam Goresan Jedink di pendapa Asdrafi bulan Agustus 2020, dapat menjadi perekat dan momentum membangkitkan semangat para alumni Asdrafi untuk berkarya kreatif bersama," kata Indra Tranggono. (Chil)

Credits

Bagikan